Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.

OJK Setop Penerbitan Reksa Dana Investor Tunggal

Ekonomi ojk reksa dana
Ilham wibowo • 12 September 2019 13:10
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan larangan kepada manajer investasi terutama penerbitan produk reksa dana yang dimiliki oleh investor tunggal. Langkah peninjauan OJK tengah dilakukan dan berlaku selama tiga bulan sejak 6 September 2019.
 
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan pihaknya telah memulai upaya peninjauan kembali atas reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif pada efek dari calon atau pemegang unit penyertaan. Peninjauan juga berlaku terhadap pihak terafiliasi dari calon atau pemegang unit penyertaan yang memiliki investor tunggal.
 
"Untuk sementara waktu pendaftaran untuk reksa dana tunggal kita setop dulu, kita analisis dulu," kata Fakhri ditemui di kantor OJK, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah ini dilakukan OJK setelah menemukan data yang dinilai unik untuk dianalisis terhadap transaksi efek dalam portofolio investasi reksa dana investor tunggal. OJK menemukan tingginya tingkat aktivitas pemanfaatan reksa dana tersebut sebagai sarana perbaikan pembukuan atau financial engineering oleh sejumlah pihak.
 
Per 27 Agustus 2019, terdapat 689 reksa dana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp190,82 triliun per Agustus 2019. Sementara total reksa sana yang tercatat di Direktorat Pengelolaan Investasi OJK terdapat 2.158 dengan nilai dana kelolaan mencapai Rp536,52 triliun.
 
Adapun 621 reksa dana di antaranya merupakan reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari satu efek atau nontunggal yang mengelola dana sebesar Rp181,38 triliun. Kemudian terdapat 68 reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi tunggal atau hanya satu efek yang dana kelolaannya mencapai Rp9,44 triliun.
 
"Yang sudah efektif jalan ya jalan seperti biasa, yang baru (mendaftar) kami hold dulu. Dalam periode ini tim saya akan pastikan kepada manajer investasi dan ajak diskusi," ungkapnya.
 
Dalam masa peninjauan kembali itu, OJK melarang manajer investasi untuk menerbitkan reksa dana yang ditujukan melakukan pembelian efek dari calon atau pemegang unit penyertaan. Selain itu, manajer investasi yang sedang dalam tahap pengajuan atau telah mendapatkan pernyataan efektif akan tetap diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Kebijakan itu berlaku bagi semua reksa dana, termasuk reksa dana syariah. Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi investasi yang dilakukan pemodal tax amnesty.
 
"Target tiga bulan selesai dan paling lambat akhir tahun ini apakah melanggar aturan atau tidak, kalau misalnya nanti perlu ubah aturan tergantung. Kami baru keluarkan surat untuk setop dan akan terjawab setelah tim teknis mencari data dan konfirmasi," ungkap Fakhri.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif