Sandiaga Uno - - Foto: Antara/ Akbar
Sandiaga Uno - - Foto: Antara/ Akbar

Pemerintah Diminta Jaga Konsumsi Masyarakat dari Dampak Korona

Ekonomi Virus Korona daya beli masyarakat
Husen Miftahudin • 14 Maret 2020 14:11
Jakarta: Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah mendahulukan kepentingan masyarakat akan dampak ekonomi penyebaran virus korona. Stimulus kebijakan yang diluncurkan pemerintah mestinya mampu menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.

"Lapangan kerja harus tetap berjalan untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat. Pemerintah juga harus diberikan kepercayaan bahwa ekonomi bisa dikendalikan dan dikelola baik," ujar Sandiaga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2020.
 
Selain konsumsi rumah tangga, pemerintah juga dinilai perlu menjaga stabilitas harga bahan pokok. Apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran, harga biasanya cenderung naik karena meningkatnya permintaan.
 
"Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku dan stabilitas harga, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat," ungkap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, sambungnya, keberlangsungan bisnis harus diberi kepastian. Sebab perusahaan kesulitan mendapat pemasukan akibat perlambatan ekonomi di tengah dampak sistemik dunia usaha.
 
"Karena ekonomi melambat, berarti kewajiban baik pajak, suplai, dan pegawai akan menjadi pertanyaan (pelaku usaha)," sebut Sandiaga.
 
Sandiaga pun menyarankan pemerintah mengutamakan kebijakan pembayaran kepada para pegawai. Kemudian, memberi kepastian suplai kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi. Pasalnya, 97 persen lapangan kerja di Indonesia disokong oleh bisnis UMKM dan koperasi.
 
"Untuk stimulus dengan memberikan insentif pajak yang sudah diluncurkan perlu lebih menyentuh UMKM yang terdampak, karena 60 persen ekonomi kita didorong oleh UMKM," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus melakukan stress test terhadap seluruh sistem perbankan. Industri perbankan juga diminta pro aktif mendatangi dunia usaha untuk menguji kemampuan mereka menghadapi perlambatan ekonomi yang diperparah dengan mewabahnya covid-19.
 
Terakhir, Sandiaga mengusulkan solusi antivirus dengan menyebarkan virus wirausaha kepada generasi muda. Sebab sebanyak 17 persen populasi Indonesia merupakan generasi muda berusia 17-24 tahun, sehingga potensi wirausaha sedari dini perlu mendapat perhatian serius pemerintah untuk mendorong keberlangsungan bisnis dan usaha di Indonesia.
 
"Kita harus melihat Revolusi 4.0, robotic akan mengambil 21 juta lapangan kerja, entrepreneur harus mampu memberikan solusi. Jadi saya mengingatkan harus bersatu, solutif, dan menciptakan peluang," tutup Sandiaga.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif