NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Berpeluang Kembali Tertekan

Ekonomi ihsg
Ade Hapsari Lestarini • 17 Februari 2020 08:10
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali tertekan. Gerak indeks ditaksir akan mengikuti bursa regional yang melemah.
 
"Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan seiring dengan melemahnya pasar regional," tutur tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam hasil risetnya, Senin, 17 Februari 2020.
 
Pada akhir pekan lalu, 14 Februari 2020, bursa AS ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones flat sebesar 0,086 persen, Nasdaq naik sebesar 0,20 persen, dan S&P turun sebesar 0,18 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Eropa mengalami pelemahan. FTSE dan Eurostoxx masing-masing turun sebesar -0,58 persen dan -0,15 persen. Pada pagi ini bursa saham regional dibuka melemah. ASX turun sebesar 0,29 persen dan Nikkei sebesar 1,08 persen.
 
Sedangkan pada Jumat pekan lalu, terdapat rilis data ekonomi Amerika yaitu penjualan retail Januari MoM sebesar 0,3 persen. Sedangkan untuk hari ini, akan ada rilis data ekonomi Indonesia yaitu data neraca perdagangan Januari dan penjualan sepeda motor Januari YoY.
 
IHSG pada perdagangan Jumat ditutup flat sebesar 0,085 persen atau ke level 5.866,95. Investor asing pada Jumat lalu mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp358,9 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar Rp363,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar Rp4,9 miliar.
 
Adapun IMF, The Fed, sejumlah lembaga dan ekonom internasional, serta para petinggi Tiongkok secara terpisah, pekan lalu mengatakan bahwa dampak virus korona terhadap global bersifat ringan dan temporer.
 
IMF memperkirakan dampak penyebaran virus tersebut terhadap ekonomi global mengikuti bentuk kurva V. IMF memperkirakan penurunan tajam kegiatan ekonomi di Tiongkok, tapi kemudian diikuti oleh pemulihan tajam. Tapi IMF mengingatkan, terlalu dini untuk mengukur kerugian ekonominya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif