Direksi  PT United Tractors Tbk (UNTR). Medcom/Annisa Ayu.
Direksi PT United Tractors Tbk (UNTR). Medcom/Annisa Ayu.

United Tractors Bagi Dividen sampai Rp4,45 Triliun

Ekonomi united tractors
Annisa ayu artanti • 16 April 2019 19:41
Jakarta: PT United Tractors Tbk (UNTR) membagikan dividen sebesar Rp4,45 triliun. Pembagian dividen ini meningkat 40,54 persen dari laba bersih Rp11,12 triliun periode 2018.
 
Keputusan pembagian dividen dibacakan oleh Corporate Secretary United Tractors Sara Loebis usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kinerja keuangan 2018. Dengan begitu, Sara mengatakan, emiten per saham yang dibagikan senilai Rp1.193 per lembar.
 
"Pembagian dividen tunai sebesar Rp1.193 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp4,5 triliun," kata Sara di Kantor United Tractors, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sara melanjutkan jumlah dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp365 atau total Rp1,36 triliun yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018.
 
Sehingga sisanya Rp828 per saham atau dengan total Rp3,08 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 30 April 2019.
 
Sara juga menjelaskan, mengenai perubahan jajaran direksi dan komisaris. RUPST memutuskan mengangkat Frans Kesuma sebagai presiden direktur United Tractors untuk masa jabatan 2019-2021.
 
Berikut susunan jajaran direksi dan komisaris:
 
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto.
Wakil Presiden Komisaris: Gidion Hasan.
Komisaris: Djoko Pranoto Santoso.
Komisaris: Djony Bunarto Tjondro.
Komisaris Independen: Buntoro Muljono.
Komisaris Independen: Nanan Soekarna.
 
Presiden Direktur: Frans Kesuma.
Direktur: Imam Nurwahyu.
Direktur: Loudy Irwanto Ellias.
Direktur: Iwan Hadiantoro.
Direktur: Idot Supriadi.
Direktur: Edhie Sarwono.
 
Pada 2018 United Tractors melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp11,1 triliun. Peningkatan laba terjadi karena peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi dibandingkan 2017.
 
Pada bisnis mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu tumbuh 29 persen menjadi 4.878 unit, di mana pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga meningkat.
 
Sementara, bisnis kontraktor penambangan yang sepenuhnya dimiliki grup, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat kenaikan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 22 persen menjadi 979 juta bank cubic metres serta peningkatan produksi batu bara sebesar 11 persen menjadi 125 juta ton.
 
Anak perusahaan United Tractors di bidang pertambangan juga melaporkan pertumbuhan penjualan batu bara sebesar 11 persen menjadi tujuh juta ton, termasuk penjualan sebesar 807 ribu ton coking coal dari PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM).
 
Lalu, PT Agincourt Resources, perusahaan yang mengoperasikan konsesi tambang emas di Sumatera, melaporkan penjualan emas 35 ribu ons selama Desember 2018.
 
Kemudian, perusahaan kontraktor umum yang 50,1 persen sahamnya dimiliki United Tractors, PT Acset Indonusa Tbk (Acset), melaporkan penurunan laba bersih sebesar 88 persen menjadi Rp18 miliar, yang disebabkan oleh kenaikan beban pembiayaan. Penambahan proyek-proyek konstruksi baru senilai Rp1,6 triliun berhasil diperoleh sepanjang tahun 2018.
 
Terakhir, kinerja PT Bhumi Jati Power (BJP), perusahaan yang 25 persen sahamnya dimiliki United Tractors, sedang dalam proses konstruksi dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif