Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Bos BEI Pede Bursa Merekah Usai Pengumuman KPU

Ekonomi ihsg bei pasar modal
Annisa ayu artanti • 21 Mei 2019 10:59
Jakarta: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi optimistis bursa saham Indonesia akan merekah usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
 
"Saya cukup optimistis," kata Inarno, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Meski demikian, Inarno menuturkan, pengumuman hasil rekapitulasi KPU yang diumumkan dini hari tadi tidak serta merta menjadi fakktor utama pendongkrak gerak indeks. Menurutnya, IHSG hari ini bergerak menghijau karena beberapa hari lalu sudah terkoreksi cukup dalam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, lanjutnya, investor asing sudah kembali ke pasar domestik. "Kenapa dia (IHSG) hijau, karena menurut saya overshoot terlalu jauh turunnya," ucap dia.
 
Lalu mengenai perusahaan yang menahan aksi pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) lantaran menunggu hasil rekapitulasi pemilu, Inarno menjelaskan, setelah pengumuman KPU ini mereka tidak akan menunggu-menunggu lagi.
 
Inarno meyakini, aksi IPO perusahaan akan tetap berjalan lancar dan pasar saham akan semakin bergairah. "Dengan ini bisa lancar semua, kita yakin sekali pasar saham akan bagus sekali," ujar dia.
 
Sebelumnya, Samuel Research Team mengungkapkan, dari dalam negeri Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan perolehan suara sah pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf unggul atas Pasangan Prabowo-Sandi. Hal itu berdasarkan atas Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Secara Nasional.
 
"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang menguat merespons sentimen tersebut," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.
 
Di sisi lain, saat ini investor menahan diri untuk membuat langkah besar dan menunggu perkembangan dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Sedangkan dari komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat dengan Brent naik 0,1 persen ke level USD72,12 per barel dan WTI naik 0,19 persen ke level USD63,3 per barel.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah dengan Dow turun 0,33 persen, S&P 500 turun 0,67 persen, dan Nasdaq turun sebanyak 1,46 persen. Pelemahan ini merespons Google yang memutuskan hubungan dengan raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei, di tengah perang dagang AS-Tiongkok.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif