Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Stabil di Rp14.079/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 19 November 2019 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau stabil dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.078 per USD. Mata uang Garuda mendapat katalis negatif dari kembalinya ketidakpastian negosiasi dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 19 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka bertahan di posisi Rp14.079 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.079 hingga Rp14.090 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.877 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mencerna berita tentang turunnya kepercayaan pengembang AS dan terus memantau perkembangan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,21 persen menjadi 97,7930 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1074 dari USD1,1052 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2955 dari USD1,2901 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6810 dibandingkan dengan USD0,6815. Dolar AS dibeli 108,63 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,81 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,9883 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9902 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3204 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3228 dolar Kanada.
 
Di bidang data ekonomi, ukuran bulanan kepercayaan pengembang perumahan AS tergelincir sedikit pada bulan ini. Kepercayaan pengembang di pasar untuk rumah keluarga tunggal yang baru dibangun turun satu poin menjadi 70 pada November, menurut Asosiasi Pasar Pengembang Rumah/Wells Fargo Housing Index (HMI) terbaru.
 
Mata uang safe-haven greenback mundur kembali menyusul berita bahwa kepala negosiator perdagangan China dan Tiongkok mengadakan pembicaraan telepon selama akhir pekan. Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengadakan pembicaraan telepon atas permintaan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Sabtu pagi.
 
Kedua belah pihak berdiskusi konstruktif tentang keprihatinan inti masing-masing dalam kesepakatan fase satu, dan sepakat untuk menjaga komunikasi yang erat. Sejauh ini harapan agar kesepakatan fase satu bisa segera diteken mulai pupus dan memberikan efek negatif terhadap perekonomian.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah perdagangan yang fluktuatif karena Wall Street menunggu lebih banyak pembaruan mengenai perdagangan global. Adapun negosiasi dagang AS dan Tiongkok kembali bermasalah dan lagi-lagi memicu kekhawatiran di pasar saham.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif