Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Jasa Marga Cari Dana Rp5 Triliun

Ekonomi jasa marga
Annisa ayu artanti • 06 Februari 2020 09:40
Jakarta: PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengincar dana tambahan sekitar Rp5 triliun untuk pembayaran proyek turnkey semester I-2020 yang berjumlah Rp10 triliun.
 
Proyek turnkey ini merupakan perjanjian pembangunan suatu proyek, dengan pihak kontraktor setuju membangun proyek tersebut secara lengkap hingga selesai. Termasuk memasang seluruh perlengkapan sehingga proyek tersebut siap dioperasikan.
 
Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan saat ini perusahaan memiliki beberapa alternatif pendanaan. Perusahaan akan masuk ke instrumen pendanaan yang bunganya menarik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semester I pendanaan kita aiming Rp5 triliun, karena kita masih ada available bank loan juga. Instrumennya kombinasi. Jadi kalau ada tawaran yang bunganya menarik kita akan masuk," kata Donny di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Donny menjelaskan perusahaan tengah menyusun daftar instrumen pendanaan tersebut. Dalam penyusunannya emiten berkode JSMR ini mempertimbangkan kondisi pasar terkini.
 
Jika obligasi domestik dinilai lebih menarik, maka Jasa Marga akan memilih instrumen tersebut terlebih dahulu. Tak harus melalui komodo bond.
 
"Kita sudah bikin pipeline, jadi mau pilih instrumen mana yang mau kita pakai duluan, tergantung satu kebutuhannya. Kedua, market condition. Kalau domestik lebih bagus, ya kita issue domestik dulu," ujarnya.
 
Adapun daftar pendanaan yang telah disiapkan perusahaan antara lain Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Syariah (KIK-EBA) dengan kisaran nilai Rp2 triliun. Kemudian, sekuritisasi aset Jakarta Outer Ring Road/JORR I dengan target perolehan dana Rp1 triliun-Rp3 triliun.
 
Dalam daftar pendanaan tersebut, perseroan juga memiliki rencana menerbitkan step up coupon bond untuk domestik dengan nilai Rp1 triliun.
 
Menyinggung mengenai obligasi global, Donny mengungkapkan perseroan masih menimbang opsi tersebut melihat situasi saat ini, seperti keberadaan virus korona.
 
"Kita lihat ya, ini kan ada urusan korona virus ini ya, jadi kita lihat roadshow-nya bisa enggak? Kami bisa tawarkan USD200 juta atau USD300 juta, yang sizeable dengan kami," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif