Ilustrasi (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id)

Imbal Hasil SUN Terseret Pelemahan Dolar AS

Ekonomi surat utang obligasi
02 Januari 2019 09:17
Jakarta: Samuel Sekuritas memperkirakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bergerak turun seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) dan rendahnya tingkat inflasi di dalam negeri. Adapun sejumlah indikator perekonomian Indonesia diharapkan bisa terus membaik dari waktu ke waktu.
 
"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan masih bergerak di rentang 8,0-8,20 persen," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Sedangkan imbal hasil treasury AS bergerak turun pada Senin malam. Imbal hasil jangka menengah (10 tahun) turun tiga bps di level 2,68  persen, sedangkan jangka panjang (30 tahun) turun dua bps di level 3,02 persen. Turunya imbal hasil treasury AS masih dipicu tingginya ekspektasi investor bahwa the Fed tidak akan menaikkan tingkat suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal 2019 diprediksi bergerak di zona hijau. Hal itu lantaran adanya optimisme para investor dan January Effect. Dengan kondisi itu diharapkan tidak memudahkan IHSG terhempas ke zona negatif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selain itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di rentang tren bullish uptrend channel. "IHSG diprediksi menguat," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta. Dennies menuturkan gerak IHSG pada hari pertama perdagangan 2019 akan berada di rentang support 6.158 sampai 6.176 dan rentang resisten 6.212 sampai 6.230. Beberapa saham yang direkomendasikan yakni saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Prediksi yang sama juga dikatakan Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya WIjaya. Ia menilai  hari ini IHSG berpeluang menguat. Beberapa sentimen yang mendorong pergerakan IHSG adalah data perekonomian Indonesia, inflasi terkendali, dan data jumlah wisatawan manca negara yang diperediksi meningkat.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi