Direktur Keuangan SMGR, Ahyanizzaman, mengatakan, dana capex akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan, khususnya membangun pabrik yang ada di Rembang dan Indarung. Di mana dua pabrik tersebut menyumbang masing-masing tiga juta ton per tahun.
"Kita harapkan dengan membangun pabrik di Indarung dan Rembang, perseroan bisa tersumbang tiga juta dari masing-masing pabrik. Kita harapkan bisa beroperasi di 2017," kata Ahyanizzaman, ketika ditemui langsung usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Menurut dia, pembangunan dua pabrik yang ada di Rembang dan Indarung membutuhkan dana sebesar Rp4 triliun-Rp5 triliun di tahun ini. Pabrik Indarung diperkirakan menelan total investasi Rp3,84 triliun. Sementara itu, pabrik di Rembang senilai Rp4,45 triliun.
Ahyanizzaman menjelaskan, pendanaan capex di tahun ini masih dominan berasal dari cash internal perseroan, dan sisanya bisa didapatkan dari pinjaman perbankan. Fasilitas pinjaman yang masih dimiliki perseroan sebesar Rp1 triliun. Fasilitas stand by loan perseroan masih tersimpan di Bank Mandiri.
"Ini fasilitas stand by loan yang bisa kita pakai dalam mendanai dana capex di tahun ini," ungkap dia.
Sekadar diketahui, perseroan telah menggunakan capex sekitar Rp2,5 triliun-Rp3 triliun untuk ekspansi 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News