Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

Wabah Korona Masih Hantam IHSG

Ekonomi ihsg virus korona
Angga Bratadharma • 04 Februari 2020 09:10
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya. Wabah virus korona yang kian mengkhawatirkan telah memicu hadirnya katalis negatif yang akhirnya membuat indeks acuan saham Indonesia terhambat berada di area positif.
 
IHSG Selasa, 4 Februari 2020, perdagangan pagi dibuka melemah sebanyak 55,88 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 5.884 dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi 5.940. Sedangkan LQ45 turun 8,72 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 953 dan JII tertekan 6,69 poin atau setara 1,0 persen ke posisi 636.
 
Pagi ini seluruh sektor kompak mendapatkan rapor merah. Sektor perkebunan tertekan sebanyak 32,81 poin, sektor infrastruktur melemah sebanyak 19,33 poin, sektor pertambangan turun sebanyak 14,87 poin, sektor konsumer minus 10,56 poin, dan sektor perdagangan turun 6,58 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 9,2 juta lembar saham senilai Rp37,7 miliar. Sebanyak 35 saham terpantau menanjak, sebanyak tiga saham terlihat melemah, sebanyak tujuh saham tidak berubah, dan sebanyak 740 saham tidak mengalami perdagangan.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat, kembali menguat dari aksi jual tajam di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna data ekonomi utama terbaru. Meski demikian, wabah virus korona tetap harus menjadi perhatian karena bisa menjadi katalis negatif.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 143,78 poin atau 0,51 persen menjadi 28.399,81. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 23,40 poin atau 0,73 persen menjadi 3.248,92. Indeks Nasdaq Composite naik 122,47 poin atau 1,34 persen menjadi 9.273,40.
 
Mayoritas dari 30 perusahaan komponen Dow diperdagangkan lebih tinggi, dengan Nike dan Microsoft masing-masing naik 3,08 persen dan 2,44 persen, memimpin kenaikan. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan di wilayah hijau, dengan bertambah 2,13 persen, memimpin kenaikan.
 
Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS rebound atau berbalik naik pada Januari setelah mengalami kontraksi selama lima bulan, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks Pembelian Manajer (PMI) berdiri di 50,9 persen, meningkat 3,1 poin persentase dari tingkat bulan sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif