Ilustrasi. FOTO: Dok MI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI

Rupiah Pagi Unjuk Gigi di Rp14.071/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 22 Oktober 2019 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.080 per USD. Mata uang Garuda mampu menguat dan menyalip mata uang Paman Sam jelang pengumuman Kabinet Kerja Jilid II.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 22 Oktober 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.071 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.060 hingga Rp14.071 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.839 per USD.
 
Sementara itu, kurs USD sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi karena para pelaku pasar memerhatikan berita terbaru tentang perkembangan Brexit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,04 persen menjadi 97,3339 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1146 dari USD1,1160 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2966 dari USD1,2945 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6864 dibandingkan dengan USD0,6853. Dolar AS dibeli 108,59 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9855 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9854 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3084 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3120 dolar Kanada.
 
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson terpaksa menulis surat kepada Uni Eropa (UE) pada Sabtu malam, 19 Oktober untuk meminta perpanjangan Brexit setelah anggota parlemen memilih untuk menunda ratifikasi perjanjian perceraiannya dengan blok tersebut.
 
Dengan suara 322 terhadap 306, anggota parlemen mendukung amandemen yang diajukan oleh anggota parlemen independen Oliver Letwin yang akan menahan persetujuan parlemen atas kesepakatan Johnson kecuali dan sampai undang-undang implementasi disahkan.
 
"Terlepas dari surat-surat tambahan yang menyebabkan kegemparan, semuanya bekerja secara mengejutkan dengan lancar. Itu sendiri adalah berita positif bagi pound Inggris," kata Analis Commerzbank Research Ulrich Leuchtmann, dalam sebuah catatan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif