IHSG. Foto : MI.
IHSG. Foto : MI.

Tertekan Tiga Hari Berturut-turut, IHSG Minus 3,15 Poin

Ekonomi ihsg
Arif Wicaksono • 27 November 2019 17:08
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minus pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG sudah tiga hari berturut-turut minus dan berusaha menembus batas 6.000. Mata uang rupiah juga melemah dengan berada pada kisaran Rp14 ribu per USD.
 
IHSG minus 3,15 poin menjadi level 6.023 pada penutupan perdagangan Rabu, 27 November 2019. Volume perdagangan sebesar 5,9 miliar lembar saham dengan nilai Rp5 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 313 saham turun, dan 160 saham tak bergerak. Sektor perkebunan jatuh terdalam diikuti dengan konsumer.
 
Laju IHSG diprediksi masih tertekan menguji level 6.000. Adapun kekhawatiran investor dan minimnya sentimen dalam negeri yang masih akan berlanjut mendorong indeks bergerak ke arah zona merah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"IHSG diprediksi melemah," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 27 November 2019, seraya menambahkan secara teknikal pergerakan IHSG mengindikasikan mengarah pada pelemahan. Dia memprediksi IHSG hari ini akan diperdagangkan di level support 5.979-6.002 dan resistance 6.073-6.121.
 
Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi meyakini pergerakan indeks hari ini masih akan tertekan. Investor mencari tanda-tanda kemajuan dalam prospek kesepakatan fase satu dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang belum mencapai titik temu.
 
Selain itu, pada perdagangan hari ini investor juga akan menanti data indeks harga impor di Jerman dan tingkat konsumsi masyarakat hingga Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat. "Sehingga secara IHSG masih diperkirakan tertekan dengan pengujian support 6.000 pada support resistance 6.000-6.062," sebut Lanjar.
 
Bloomberg mencatat mata uang rupiah melemah sebesar tujuh poin ke level Rp14.095 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 10 poin menjadi Rp14.090 per USD. Bank Indonesisa mencatat mata uang rupiah melemah ke posisi Rp14.096 per USD.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif