Illustrasi. Dok : MI/Adam Dwi.
Illustrasi. Dok : MI/Adam Dwi.

Bahana Sekuritas: Prospek Pasar Keuangan Kian Menjanjikan

Ekonomi pasar keuangan
Annisa ayu artanti • 23 Mei 2019 20:34
Jakarta: Bahana Sekuritas memprediksi pasca pemilu 2019 dan pengumuman hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyatakan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang memberikan angin segar bagi pasar keuangan Indonesia.
 
Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi mengatakan prospek pasar saham Indonesia diprediksi semakin menjanjikan. Hingga akhir tahun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada di zona hijau yakni diperdagangkan pada level 6.600-6.800.
 
"Prospek pasar saham Indonesia masih cukup menjanjikan sepanjang tahun ini," kata Lucky di Kantor Bahana Sekuritas, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski selama kuartal pertama dan dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan akibat aksi demo yang memprotes hasil pilpres, Lucky menuturkan, koreksi yang terjadi ini diperkirakan hanya sementara.
 
"Yang masih akan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global dan domestik," ucap Lucky.
 
Penguatan IHSG menurutnya akan didorong oleh kepastian investor terhadap pemerintah yang baru dan juga kinerja emiten. Bahana memproyeksikan, pasca pemilu kinerja emiten akan semakin baik. Pendapatan korporasi diperkirakan akan tumbuh sekitar 13 persen pada tahun ini.
 
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar juga mengatakan saat ini adalah momen yang cocok untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Sebab, return dan gain yang ditawarkan Indonesia masih lebih baik dibanding negara lainnya dengan prospek perekonomian jangka menengah-panjang yang cukup menjanjikan.
 
Bahana merekomendasikan kepada investor untuk memiliki instrumentasi beragam dalam berinvestasi. Tak hanya di pasar saham, menurut Feb, saat ini waktu tepat untuk masuk ke pasar obligasi.
 
"Saat pasar saham mengalami tekanan, investor bisa mencari pendanaan atau berinvestasi di obligasi pemerintah maupun korporasi yang memiliki prospek positif," jelas Feb.
 
Bahana memperkirakan hingga akhir tahun akan ada potensi penerbitan bonds lebih dari Rp20 triliun. Penerbitan medium term notes diperkirakan mencapai Rp7 triliun dan empat korporasi berencana menjual saham perdana serta rcncana untuk aksi merger dan akuisisi (M&A) masih akan berlanjut.
 
"Di sisa tahun ini, Bahana memperkirakan akan lebih banyak korporasi yang mencari pendanaan baik dengan menerbitkan saham maupun obligasi untuk menopang ekspansi usaha," tukas Feb.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif