Illustrasi. MI/Susanto.
Illustrasi. MI/Susanto.

Capex Rp100 Miliar, Anabatic Optimistis Raih Peningkatan Penjualan Hingga 10%

Ekonomi anabatic technologies
Dian Ihsan Siregar • 20 November 2017 20:00
Jakarta: PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) bakal mengalokasikan dana belanja modal (capex) di atas Rp100 miliar di 2018. Dana itu meningkat bila dibandingkan anggaran capex sekitar Rp100 miliar di tahun ini.
 
Presiden Direktur Anabatic Handojo Sutjipto menyatakan perusahaan telah menghabiskan dana hingga September 2017 sebesar Rp50 miliar, dari total itu. Dana itu digunakan untuk mengakuisisi tiga perusahaan di Juni serta membeli alat-alat penunjang bisnis.
 
"Kebutuhan tahun depan tampaknya akan lebih tinggi, Jadi, kami menganggarkan belanja modal lebih dari Rp100 miliar," ucap Handojo, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 20 November 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana capex di 2018, tutur Handojo, disiapkan untuk mengakuisisi beberapa perusahaan yang sedang diincar. Dana capex di 2018, akan didatangkan dari kombinasi kas internal, pinjaman perbankan, dan memungkinkan menjalankan aksi korporasi di pasar modal.
 
"Komposisi pembiaayaan, sekitar 20 persen dari total capex itu dari kas internal, dan sisanya 80 persen dari eksternal," ujar dia.
 
Terkait aksi korporasi, dia mengaku, perusahaan masih mengkaji, bisa lewat penerbitan surat utang (obligasi) maupun right issue.
 
"Tapi masih kami bicarakan dengan pemegang saham terkait mekanisme yang tepat," ucap dia.
 
Kinerja 2017
 
Perusahaan, sambung Handojo, perusahaan optimistis bisa meraih penjualan serta laba bersih di tahun ini yang meningkat masing-masing hingga 10 persen.
 
Anabatic meraih penjualan Rp4,12 triliun di 2016, atau naik 39,6 persen dari posisi penjualan Rp2,95 triliun di tahun 2015. Angka penjualan yang naik memberikan dampak pada laba perusahaan yang menjadi Rp40,19 miliar di 2016, dari tahun sebelumnya Rp36,01 miliar.
 
Kontribusi penjualan, dia menambahkan, masih didapatkan dari bisnis yang sama. Paling besar, penjualan sebanyak 60 persen dari lini bisnis Mission Critical Digital Solution (MCDC). Sisanya sekitar 20 persen sampai 25 persen dari total penjualan perseroan disumbang dari Digital Enriched Outstanding Service (DEOS).
 
"Dan juga 20 persen sampai 25 persen dari lini bisnis perusahaan yang cloud & Digital Platform Partner (CDPP)," tukas Handojo.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif