PT Astra International Tbk (ASII). Dok; Astra.
PT Astra International Tbk (ASII). Dok; Astra.

Laba Kuartal I Astra Internasional Naik 5%

Ekonomi astra international
Annisa ayu artanti • 25 April 2019 20:56
Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp5,21 triliun, atau meningkat lima persen dari kuartal I-2018 sebesar Rp4,98 triliun.
 
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan kinerja perusahaan tumbuh positif sepanjang tiga bulan pertama 2019 karena peningkatan kontribusi bisnis jasa keuangan dan alat berat, pertambangan, konstruksi serta energi.
 
"Kinerja Grup cukup baik pada kuartal pertama 2019, didukung oleh peningkatan kontribusi dari bisnis jasa keuangan dan bisnis kontraktor penambangan, serta kontribusi dari bisnis tambang emas yang baru diakuisisi," kata Prijono di Menara Astra, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prijono menjelaskan pendapatan bersih perusahaan pada kuartal I-2019 sebesar Rp59,6 triliun. Angka ini naik tujuh persen dari kuartal I-2018 yang sebesar Rp55,8 triliun.
 
"Untuk periode sepanjang tahun ini, Grup diperkirakan masih akan menikmati kenaikan kontribusi dari bisnis-bisnis tersebut, meskipun masih ada tantangan pada permintaan yang melemah dan persaingan yang ketat di pasar mobil serta penurunan harga komoditas," jelas Prijono.
 
Dari segmen usaha yang dimiliki Astra Group, tiga segmen menunjukan peningkatan laba bersih sedangkan tiga segmen lainnya mengalami penurunan laba bersih. Peningkatan laba bersih tertinggi berasal dari segmen jasa keuangan. Laba bersih segmen ini tercatat meningkat 32 persen, dimana kuartal I-2018 sebesar Rp1,06 triliun menjadi Rp1,4 triliun di kuartal I-2019.
 
Dia menjelaskan jumlah pembiayaan pada bisnis pembiayaan konsumen grup meningkat lima persen menjadi Rp20,8 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan grup yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 51 persen menjadi Rp340 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan tingkat pemulihan kerugian kredit bermasalah (NPL).
 
Kedua lini bisnis yang menjadi penyumbang terbesar berasal lini alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 20 persen. Kuartal I-2018 laba bersih segmen ini Rp1,5 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada kuartal I-2019.
 
PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan peningkatan laba bersih 21 persen menjadi Rp3,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2018. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kinerja pada bisnis kontraktor penambangan dan kontribusi dari operasi penambangan emas yang diakuisisi pada Desember 2018.
 
Ketiga penyumbang laba bersih di Astra Group adalah lini bisnis properti. Lini bisnis ini mencatat laba Rp15 miliar pada kuartal I-2019 atau naik 150 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6 miliar.
 
"Terutama karena laba bersih Menara astra," sebut Prijono.
 
Sementara segmen yang pertumbuhan laba bersihnya tidak menggairahkan adalah segmen agribisnis, otomotif, dan teknologi informasi. Laba bersih dari segmen agribisnis grup turun sebesar 89 persen menjadi Rp30 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp283 miliar.
 
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang 79,7 persen sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 89 persen menjadi Rp37 miliar yang terutama disebabkan oleh penurunan harga minyak kelapa sawit sebesar 20 persen menjadi Rp6.252 per kg dibandingkan dengan rata-rata pada kuartal pertama tahun 2018.
 
Penurunan tersebut belum dapat diimbangi oleh kenaikan volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya sebesar 25 persen menjadi 599 ribu ton. Lalu, segmen bisnis otomotif mengalami penurunan 10 persen. Di kuartal I-2018 segmen ini menoreh laba Rp2,1 triliun sementara pada kuartal I-2019 menjadi Rp1,9 triliun.
 
Menurutnya penurunan kontribusi laba bersih bisnis otomotif dikarenakan volume penjualan mobil menurun. Selain itu, kenaikan biaya material pabrik kendaraan juga turut menyebabkan kontribusi laba dari lini bisnis ini ikut tertekan. Kemudian, laba bersih dari segmen teknologi informasi grup mencatat penurunan 26 persen menjadi Rp20 miliar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif