Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

IHSG Diprediksi Tertahan, Cek Saham Tambang dan Konstruksi

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 10 Juli 2019 08:11
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan tertahan meskipun pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,57 persen ke level 6.388,32.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan terdapat sentimen dalam negeri yang membuat terdongkraknya indeks pada perdagangan kemarin.
 
Presiden menandatangani peraturan super deductible tax di atas 100 persen yang berada pada PP nomor 45 tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 94 Tahun 2010 mengenai perhitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini diciptakan untuk mendorong investasi pada industri padat karya dan mendukung program penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja Indonesia," kata Lanjar dalam riset hariannya, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Lanjar menjelaskan pergerakan indeks hari ini cenderung tertahan. Pergerakan IHSG secara teknikal kembali menguji bearish trend dan moving average lima hari.
 
"Kami proyeksikan IHSG masih akan kembali tertahan dengan pengujian bearish trend pada support resistance 6.323-6.400," sebut Lanjar.
 
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan pergerakan indeks hari ini diproyeksikan menguat karena adanya sentimen dalam negeri. IHSG diprediksi akan diperdagangkan di level support resistance 6.302-6.488.
 
"Rilis data tentang penjualan ritel yang akan dilansir hari ini, disinyalir akan terdapat peningkatan, hal ini tentunya dapat menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG pada hari ini," jelas William.
 
Sedangkan untuk jangka panjang, William menambahkan IHSG masih berada dalam pola uptrend. Sehingga peluang kenaikan masih akan terlihat.
 
Adapun saham-saham yang dapat dicermati hari ini adalah saham sektor pertambangan dan konstruksi seperti saham PT Timah Tbk (TINS), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif