Pelepasan saham itu, menurut Direktur Keuangan Semen Indonesia Darmawan Junaidi, hanya bersifat sementara yakni sekitar 8-10 tahun. Perseroan pun masih menjadi pemegang saham mayoritas pada saat divestasi itu berjalan.
"Kami pakai anak usaha. Divestasi, tapi kami tetap jadi pemegang saham mayoritas. Kami belum tentukan mana yang akan dilepas. Kalau kami sendiri mayoritas itu minimal 51 persen," ucap Darmawan, ditemui di Kantor Semen Indonesia, The East Tower Lantai 18, Jakarta, Jumat (10/6/2016) malam.
Rencana pelepasa saham anak usaha, Darmawan menekankan, sudah ada pihak yang akan merealisasikan. Meski begitu, perseroan belum bisa menentukan nilai pelepasan saham tersebut. "Baru mau ada eksekusi, jajaki pihak luar. Tapi kami belum bisa beri tahu dengan pihak mana. Ada dari dalam dan luar negeri," jelasnya.
Selain melakukan divestasi anak usahanya, demi mencari dana tambahan capex, emiten dengan kode SMGR ini pun berencana melakukan obligasi di 2017. Namun, besaran angka penerbitan obligasi belum bisa diungkapkan ke publik.
"Kami akan menjajaki di tahun depan karena harus ada persiapan, akhir Desember akan kami siapkan untuk penerbitan obligasi di 2017. Tapi, kami saat ini belum bisa paparkan angka obligasinya," jelas Darmawan.
Meski belum menyebutkan angka nyata obligasi, Darmawan menekankan, paling tidak penerbitan obligasi tergantung dari kebutuhan perusahaan di tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News