Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Wall Street Mundur dari Rekor Tertinggi

Ekonomi wall street
Antara • 14 Februari 2020 07:21
New York: Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Indeks saham di Amerika Serikat (AS) ini mundur dari rekor tertinggi karena investor mempertimbangkan perkembangan virus korona baru dan laba perusahaan yang beragam.
 
Mengutip Antara, Jumat, 14 Februari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,11 poin atau 0,43 persen menjadi 29.423,31. Indeks S&P 500 turun 5,51 poin atau 0,16 persen menjadi 3.373,94. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 13,99 poin atau 0,14 persen menjadi 9.711,97.
 
Saham-saham teknologi memimpin ketiga indeks utama AS lebih rendah, dengan blue-chips Dow Jones menderita kerugian terbesar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, tujuh ditutup di zona merah, dipimpin oleh sektor industri. Sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen defensif, menikmati persentase kenaikan terbesar.
 
Harapan bahwa epidemi virus korona bisa semakin berkurang menjadi suram oleh lonjakan kematian, dengan 242 tambahan yang membuat korban virus korona Tiongkok menjadi 1.367. Selain itu, ribuan lainnya didiagnosis karena metodologi pengujian baru.
 
Namun, masih ada sedikit optimisme ketika direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada pengarahan berita bahwa pihaknya tidak melihat peningkatan dramatis dalam kasus ini di luar Tiongkok.
 
"Pada hari ini investor hanya harus mengambil langkah dengan tenang," kata Charlie Ripley, ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis.
 
Namun, aksi jual sesi terakhir relatif tidak terdengar. Memang, dalam laporan ekonomi kepada Kongres awal pekan ini, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral menilai risiko virus korona dan ancaman potensial lainnya, menunjukkan setiap perubahan pada kebijakan akomodatifnya tidak mungkin tahun ini.
 
Musim pelaporan kuartal keempat mendekati akhir, dengan 378 perusahaan di S&P 500 membukukan hasil. Dari mereka, 71,2 persen naik melebihi estimasi konsensus, menurut data Refinitiv.
 
Analis sekarang melihat agregat laba kuartal keempat meningkat pada tingkat tahunan 2,5 persen, pembalikan nyata dari penurunan 0,3 persen yang terlihat pada awal tahun.
 
Saham Cisco Systems Inc jatuh 5,2 persen setelah memberikan prospek pendapatan dan laba yang tidak memuaskan. Tesla Inc naik 4,8 persen setelah mengumumkan pihaknya akan menghimpun dana USD2 miliar dalam penawaran saham.
 
Alibaba Group memperingatkan bahwa virus korona yang menyapu Tiongkok akan merusak pendapatannya. Saham perusahaan e-commerce itu melemah 1,8 persen. American International Group Inc tergelincir 6,2 persen meskipun melaporkan laba kuartalan lebih baik dari perkiraan pada penjaminan yang lebih kuat di unit asuransi umum.
 
Volume transaksi di bursa efek Amerika Serikat mencapai 6,86 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 7,64 miliar lembar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif