Gedung WIKA. (FOTO: Medcom.id)
Gedung WIKA. (FOTO: Medcom.id)

Teknologi, Kunci Efisiensi Wijaya Karya

Ekonomi wijaya karya
Nia Deviyana • 21 Maret 2019 13:07
Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menggunakan teknologi untuk menciptakan efisiensi dalam mendongkrak kinerja perseroan.
 
Perseroan berkode emiten WIKA ini telah menoreh catatan biru melalui laba bersih yang meningkat 52,89 persen dari Rp1,36 triliun pada 2017 menjadi Rp2,07 triliun di 2018.Sedangkan penjualan WIKA sepanjang 2018 tercatat Rp31,16 triliun atau melonjak 19,03 persen dibandingkan tahun buku sebelumnya sebesar Rp26,18 triliun.
 
Direktur Utama WIKA Tumiyana menyebut teknologi menjadi kunci terciptanya efisiensi, keekonomian, dan efektivitas kerja. Sehingga target perseroan dapat tercapai, yakni implementasi Building Information Modelling (BIM).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"WIKA menggunakan engineering tool tersebut dalam konteks konstruksi digital sehingga mampu memberikan keuntungan dari sisi biaya, mutu, dan waktu," ujar Tumiyana melalui siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Tumiyana menuturkan kelebihan program tersebut mampu melakukan beberapa tahap perencanaan enginering secara bersamaan, mulai dari desain, model, visualisasi, dan simulasi. Pada 2018, implementasi BIM mampu mengakomodir tujuh proyek strategis WIKA dari dua target yang diberikan, 14 proyek WIKA, satu pilot proyek untuk BIM level dua, serta mendapatkan sertifikasi PII.
 
"Beberapa kesuksesan implementasi BIM di antaranya mampu menemukan clash detection di beberapa proyek seperti jalan tol Serang-Panimbang, jalan tol Pekanbaru, Mandiri University, dan Bendungan Sukamahi," jelas Tumiyana.
 
Clash detection kemudian berfungsi bagi tim proyek untuk mengungkap potensi masalah di awal dan mengintegrasikannya, di samping mampu memperbaiki desain sebelum proses konstruksi dimulai.
 
BIM WIKA juga mengadopsi program survei yang dapat mengklarifikasi dan memperbaiki desain yang dapat dilakukan bersamaan dengan prosesBOQ sehingga laporan desain yang dihasilkan lebih akurat dan aktual.
 
"Gabungan dari seluruh kelebihan tersebut berujung pada optimalisasi dan efisiensi biaya pada proyek–proyek yang dikerjakan," paparnya.
 
Kontribusi kenaikan penjualan bersih terbesar Wijaya Karya datang dari sektor infrastruktur dan gedung, diikuti sektor energi dan industrial plant, serta industri dan properti. Sedangkan peningkatan laba bersih dan penjualan didukung penerapan teknologi dan inovasi yang menghasilkan efisiensi pada beberapa proyek.
 
Di antara dukungan yang menciptakan penjualan itu yakni penerapan teknologi BIM dan inovasi Simulasi WEB cyclone pada Proyek New Development of Oecusse Airport Project. Lebih lanjut, Net Profit Margin (NPM) pada 2018 tercatat naik 6,65 persen dibandingkan dengan capaian di 2017 yang sebesar 5,18 persen.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif