Chandra Asri Gelontorkan USD5 Miliar Bangun Kompleks Petrokimia

Husen Miftahudin 07 Desember 2018 19:09 WIB
chandra asri petrochemical
Chandra Asri Gelontorkan USD5 Miliar Bangun Kompleks Petrokimia
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk melalui entitas anaknya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) menggelontorkan investasi hingga USD5 miliar untuk membangun kompleks petrokimia kedua di Cilegon, Banten. Diperkirakan kompleks petrokimia kedua tersebut beroperasi secara komersial pada 2024.

"Ini adalah langkah lanjutan bagi kami untuk memenuhi permintaan produk petrokimia Indonesia. Dengan total investasi sekitar USD4 miliar hingga USD5 miliar, kompleks petrokimia kedua kami akan menjadi salah satu produsen olefin dan polyolefin terbesar di Indonesia," kata Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Erwin bilang, kompleks kedua tersebut nantinya akan menghasilkan 1,1 juta metric tons per annum (MTA) ethylene, 600 ribu tons per annum (TA) propylene, 160 ribu TA butadiene, 335 ribu TA benzene, 450 ribu TA high density polyethylene (HDPE), 300 ribu TA low density polyethylene (LDPE), serta 450 ribu TA polypropylene (PP) untuk operasi setahun penuh.

"Penyelesaian desain teknik dasar sesuai dengan rencana pengembangan Chandra Asri Perkasa, sementara keputusan investasi akhir diharapkan terjadi pada pertengahan 2020," bebernya.

Terkait pengerjaan detailed engineering, Chandra Asri menunjuk Lummus Technology dengan desain pemanas ethylene menggunakan Lummus’ Short Residence Time (SRT). Dengan menggunakan teknologi baru Lummus’s SRT VII cracking heaters, memungkinkan pabrik olefin untuk memiliki hasil yang lebih tinggi, kinerja pabrik yang andal, pengurangan emisi, serta biaya operasi dan konsumsi pakan yang lebih rendah.

"Menjadi salah satu penyedia teknologi terdepan di dunia, kami optimistis Lummus Technology akan membantu kami mencapai pabrik yang dapat diandalkan dan kompetitif," harap Erwin.

Saat ini, Chandra Asri Petrochemical (CAP) merupakan produsen petrokimia terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 52 persen untuk olefin, 24 persen untuk polyethylene, serta 29 persen untuk polypropylene.

CAP menggabungkan teknologi terkini dan fasilitas penunjang di Cilegon dan Serang, Banten. CAP menghasilkan bahan baku plastik dan kimia yang digunakan untuk produk kemasan, pipa, otomotif, hingga elektronik.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id