BRI. Foto : MI/ANGGA.
BRI. Foto : MI/ANGGA.

Duniatex Sebabkan NPL Kredit Korporasi BRI Capai 8%

Ekonomi bri
Annisa ayu artanti • 24 Januari 2020 05:23
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat kredit macet atau non performing loan (NPL) sepanjang 2019 menjadi 2,8 persen. Angka ini naik dari NPL 2018 sebesar 2,2 persen.
 
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, kenaikan NPL tersebut didorong oleh kredit korporasi yang juga mengalami peningkatan. Kredit macet korporasi tercatat meningkat dari lima persen menjadi delapan persen.
 
"Di korporasi memang menyumbang NPL," kata Sunarso di Kantor BRI, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sunarso menyebutkan salah satu perusahaan yang menjadi penyumbang kenaikan pada NPL BRI adalah Duniatex. Namun BRI meyakinkan telah mencadangkan 100 persen untuk manajemen risiko Duniatex tersebut. BRI juga terus berkonsolidasi untuk proses restrukturisasi utang Duniatex.
 
"Duniatex sudah kita NPL kan tahun lalu dan sudah kita cadangkan 100 persen. Sekarang lagi proses restrukturisasi karena bank-nya banyak, krediturnya banyak, maka kita sekarang sedang berkonsplidasi dengan kreditur lain untuk melakukan proses restrukturisasi secara bersama-sama," jelas dia.
 
Upaya BRI dalam menekan NPL adalah memfokuskan corporate transaction center. "Konsolidasi dengan menurunkan porsi di korporasi itu sendiri dan selanjutnya kami akan lebih fokus ke corporate transaction center untuk menyasar wholesale," sebut dia.
 
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, dengan kenaikan NPL ini, BRI harus menambah cadangan untuk mengcover risiko likuiditas. Tercatat pada 2019, NPL coverage BRI mencapai 153,64 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif