Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Melantai Perdana di Bursa, Saham Pratama Widya Melesat 50%

Ekonomi emiten ipo
Annisa ayu artanti • 07 Februari 2020 10:06
Jakarta: Emiten PT Pratama Widya Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aksi pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan kontraktor ini menjadi perusahaan tercatat ke-9 di tahun ini.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, perusahaan berkode emiten PTPW ini melepas saham sebanyak 175,63 juta saham dengan harga penawaran Rp650 per saham.
 
Saat listing perdana, saham perusahaan naik 50 persen atau 325 poin dari harga penawaran menjadi Rp975 per saham. Saham Pratama Widya ditransaksikan sebanyak enam kali dengan volume 1.000 lot. Untuk sementara perusahaan memperoleh dana sebesar Rp97,5 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perseroan berharap dapat mendapatkan dana segar sekitar Rp114,16 miliar dari aksi ini yang akan digunakan untuk pembelian mesin baru, renovasi pembangunan kantor operasional, dan melunasi utang pokok perseroan.
 
Direktur Utama Pratama Widya Andreas Widhatama Kurniawan mengatakan aksi ini menjadi modal utama untuk bertransformasi dan melebarkan bisnis perusahaan.
 
"2019 kita berpikir akan menempuh IPO. Waktu berlalu, di sini kita sama-sama hadir dalam peluncuran rencana transformasi tersebut," kata Andreas di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Saat ini, Pratama Widya memiliki kegiatan usaha di bidang konstruksi, seperti pengerjaan penahan lembab dan air, dehumidikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking, pembengkokan baja, pemasangan batu dan batu bata, pemasangan dan pembongkaran tangga (scaffold dan platform).
 
Selain itu, kegiatan usaha perseroan juga meliputi pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan.
 
Perseroan juga melakukan kegiatan usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan bangunan sipil lainnya, seperti pembangunan lapangan olahraga dan fasilitas olahraga di luar ruangan lapangan parkir dan sarana lingkungan pemukiman (di luar gedung) lainnya, termasuk pembagian lahan dengan pengembangannya (penambahan jalan, prasarana umum dan lain-lain).
 
Melalui aksi ini perusahaan berharap terus tumbuh signifikan karena dalam tiga tahun belakangan tercatat perusahaan terus mencetak laba. Pada akhir tahun laba perusahaan sekitar Rp200 miliar dan tahun ini diproyeksikan mencapai Rp300 miliar.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif