NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Menguat terhadap Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 27 Februari 2020 08:54
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.940 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam di tengah meningkatnya ketakutan virus korona yang mulai menyebar di luar Tiongkok.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 27 Februari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka perkasa di Rp13.934 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.934 hingga Rp13.935 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.750 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi menyusul kemunduran besar di sesi sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,03 persen menjadi 99,0103 pada akhir perdagangan, setelah penurunan 0,38 persen pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).
 
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0898 dari USD1,0879 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2912 dibandingkan dengan USD1,3000 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke USD0,6556 dibandingkan dengan USD0,6600.
 
Sementara itu, dolar AS dibeli 110,22 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 110,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9754 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9761 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3318 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3271 dolar Kanada.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 123,77 poin atau 0,46 persen menjadi 26.957,59 poin. Indeks S&P 500 berkurang 11,82 poin atau 0,38 persen menjadi 3.116,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 15,16 poin atau 0,17 persen menjadi 8.980,77 poin.
 
Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat, karena ekspektasi meningkat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini untuk mengurangi tekanan pada ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus korona Tiongkok.
 
Namun, minggu lalu dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun karena virus menyebar lebih lanjut di seluruh dunia, dengan investor menganggap semua aset AS sebagai safe haven. Investor harus mulai bersiap untuk pelemahan dolar AS ketika sentimen risk-off atau penghidaran risiko terbaru mengakhiri reli yang kuat, para ahli mencatat.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif