NEWSTICKER
Illustrasi - - Foto: MI/ PANCA SYURKANI
Illustrasi - - Foto: MI/ PANCA SYURKANI

OJK dan Bursa Periksa Underwriter dan Emiten NARA

Ekonomi ojk emiten bei
Annisa ayu artanti • 13 Februari 2020 19:12
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melakukan pemeriksaan terhadap PT Nara Hotel Internasional Tbk dan penjamin efek (underwriter). Pemeriksaan itu terkait penundaan aksi pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) pada Jumat, 7 Februari 2020 lalu.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan saat ini otoritas tengah intens melakukan joint audit untuk memastikan proses penawaran umum. Termasuk penyampaian keterbukaan informasi kepada publik telah sesuai dengan ketentuan.
 
"Pemeriksaan dilakukan terhadap underwriter dan emiten secara mendalam," kata Nyoman di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan melalui pemeriksaan tersebut diharapkan otoritas mendapatkan informasi yang komprehensif. Dengan begitu dapat diambil keputusan secara fair dan objektif.
 
Namun sayangnya, Nyoman belum bisa memastikan sampai kapan pemeriksaan terhadap underwriter dan emiten tersebut dilakukan.
 
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan aksi IPO Nara Hotel ditunda karena banyaknya komplain dari para nasabah.
 
"NARA itu penundaan. Bukan pembatalan. Ada yang komplain dari para nasabah yg mungkin kita musti hati-hati melihatnya," kata Inarno.
 
Inarno menyebutkan ada indikasi penjatahan saham terpusat atau pooling yang membuat pihak bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat keputusan tersebut.
 
"Yang saya tahu adalah nasabah yang pooling," ujarnya.
 
Pihak Nara Hotel juga sempat angkat bicara terkait ditundanya IPO perseroan. Menurut Direktur Utama Nara Hotel Internasional Adrianus Daniel Sulaiman, pembelian saham Nara sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk bentuk dan isi prospektus sesuai dengan POJK nomor/POJK.04/2017.
 
"PT Nara Hotel Internasional tidak pernah melakukan kejanggalan atau pelanggaran aturan apapun juga. Justru kami memberikan kesempatan yang besar sesuai dengan visi dan misi OJK, sesuai harapan investor. Semangat kami adalah saham kami bisa terdistribusikan dengan baik dan merata," kata Daniel dalam keterangan tertulisnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif