Ilustrasi -- Foto: Medcom.id/ Angga Bratadharma
Ilustrasi -- Foto: Medcom.id/ Angga Bratadharma

Adira Finance Salurkan Pembiayaan Baru Rp9,45 Triliun

Ekonomi adira dinamika multifinance
Nia Deviyana • 26 April 2019 18:44
Jakarta: Adira Finance (ADMF) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar Rp9,45 triliun pada kuartal I-2019. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9 persen jika dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama pada tahun sebelumnya.
 
"Segmen sepeda motor dan mobil terus memberikan pertumbuhan terbesar," ujar Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.
 
Hafid merinci, secara keseluruhan pembiayaan mobil tumbuh 7 persen secara tahunan atau year on year (yoy) di kuartal I-2019 menjadi sebesar Rp4,18 triliun. Pembiayaan mobil baru tercatat sebesar 4 persen menjadi Rp2,36 triliun, sedangkan pembiayaan mobil bekas tumbuh 12 persen menjadi Rp1,82 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mobil penumpang yang mendorong sebagian besar pembiayaan mobil tumbuh 10 persen. Sedangkan pembiayaan mobil komersial tumbuh hanya sebesar 2 persen.
 
"Pertumbuhan mobil komersial yang lebih rendah disebabkan oleh penundaan belanja infrastruktur karena pemilu dan penurunan harga komoditas," jelasnya.
 
Untuk penjualan sepeda motor tumbuh 12 persen menjadi Rp4,72 triliun pada kuartal I-2019. Pertumbuhan penjualan sepeda motor secara keseluruhan didorong oleh jumlah sepeda motor baru sebesar 15 persen, yang sebagian besar dikontribusikan merek Honda dan Yamaha. Sementara sepeda motor bekas tumbuh sebesar 7 persen (yoy) yang memberi kontribusi terhadap keseluruhan pertumbuhan.
 
Pada kuartal I-2019 Adira Finance membukukan pertumbuhan profit menjadi Rp462 miliar. Naik sebesar 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan baru membantu pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi Rp1,77 triliun atau meningkat sebesar 12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Selain itu, biaya operasional masih terjaga sebesar Rp906 miliar atau naik sebesar 8 persen (yoy), didorong beban umum, administrasi, dan kenaikan gaji.
 
"Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) kami di 1,7 persen pada kuartal I-2019. Kehati-hatian kami dalam menyalurkan pinjaman terus mendukung praktek manajemen risiko yang prudent," pungkasnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif