Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.

Pertumbuhan Ekonomi Melemah, IHSG Minus 26,85%

Ekonomi ihsg
Arif Wicaksono • 04 November 2019 17:44
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada pembukaan perdagangan pekan ini. Investor masih menantikan dampak perang dagang di antara AS dan Tiongkok. Selain itu ekonomi Indonesia yang diperkirakan hanya tumbuh lima persen pada kuartal III-2019 juga turut memengaruhi laju indeks.
 
IHSG jatuh ke level 6.180 pada perdagangan Senin, 4 November 2019. Volume perdagangan terpantau sebesar 10,6 miliar lembar saham senilai Rp6,3 triliun, Sebanyak 221 saham naik, 249 saham turun, 154 saham tak bergerak. Sektor perkebunan naik paling tinggi pada penutupan perdagangan hari ini disusul dengan industri dasar. Sementara sektor manufaktur jatuh terdalam dan konsumer jatuh terdalam.
 
Dari data dalam negeri, pelaku pasar akan menanti data pertumbuhan PDB Indonesia. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2019 hanya sebesar 4,9 persen yoy.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Bank Indonesia menyatakan optimistis masih di atas lima persen pada laju pertumbuhan PDB Indonesia. Selain itu, BPS telah mengumumkan bahwa pada bulan lalu terjadi inflasi sebesar 0,02 persen MOM atau untuk inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2019 mencapai 2,22 persen.
 
Untuk bursa saham regional Asia, pada pagi hari ini dibuka dengan positif, ASX mengalami penguatan sebesar 0,29 persen dan Kospi naik 0,62 persen. Sementara bursa saham Nikkei tidak dibuka dikarenakan adanya hari libur kebudayaan.
 
Bloomberg mencatat mata uang rupiah melemah 25 poin ke posisi Rp14.013 per USD. Kemudian Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 52 poin ke level Rp14.010 per USD. Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah menjadi Rp14.002 per USD.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif