Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Rupiah Kembali Mendekati Rp14 Ribu/USD

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Nia Deviyana • 01 November 2019 16:18
Jakarta: Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat mendekati level Rp14 ribu per USD. Mata uang Garuda mendapat sentimen positif usai pengumuman suku bunga Federal Reserve (The Fed).
 
Mengutip catatanBloomberg, Jumat, 1 November 2019, rupiah berada di level Rp14.038 per USD pada penutupan perdagangan. Posisi rupiah menguat empat poin atau setara 0,03 persen dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi di level Rp14.060 per USD.
 
Dalam pantauan Bloomberg, rupiah bergerak di kisaran Rp14.036 per USD sampai Rp14.071 per USD pada hari ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp14.040 per USD atau menguat 37 poin atau 0,26 persen.
 
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah melemah di posisi Rp14.066 per USD setelah sempat menguat di hari sebelumnya di posisi Rp14.008 per USD.
 
Sementara, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) berada di level 6.228,3 pada penutupan perdagangan Jumat, 1 November 2019. IHSG melemah tipis dari pembukaan perdagangan di level 6.225,8.
 
Volume perdagangan mencapai Rp9.014 triliun. Tercatat 135 saham menguat, 299 saham melemah, dan 128 saham stagnan.
 
Pergerakan IHSG hari ini cenderung melemah dan akan terpengaruh oleh penetapan suku bunga dari The Fed. Adapun Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, penurunan suku bunga ketiga kalinya di tahun ini.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan persetujuan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) kemarin tidak terlalu memberikan efek positif bagi pasar saham. Investor masih cenderung menunggu dan melihat. Ia meramal hari ini IHSG diperdagangkan di level support 6.249-6.273 dan resistance 6.312-6.327.
 
"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal mengindikasikan akan ada koreksi. Pergerakan akan dipengaruhi oleh penetapan suku bunga dari the Fed," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif