Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Rupiah Dibayangi Perang Dagang

Ekonomi kurs rupiah Perang dagang
Antara • 03 Desember 2019 13:11
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diprediksi melemah dibayangi sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Pada pukul 11.02 WIB, setelah sempat melemah di pagi tadi, rupiah menguat tipis dua poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.123 per USD dari sebelumnya Rp14.125 per USD.
 
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan selain faktor meningkatnya permintaan dolar AS jelang akhir tahun, pasar masih mencermati perkembangan kesepakatan dagang AS-Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Isu perang dagang AS-Tiongkok masih menjadi perhatian utama investor," ujar Lana, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Sementara dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka inflasi untuk November 2019 tercatat sebesar 0,14 persen (mom) atau tiga persen (yoy). Secara kumulatif dari Januari hingga November, inflasi tercatat sebesar 2,37 persen (ytd).
 
"Dengan sisa waktu satu bulan hingga akhir tahun, tampaknya tingkat inflasi akan cukup terjaga di bawah tiga persen. Mestinya dengan tingkat inflasi yang rendah ini akan membantu daya beli masyarakat," kata Lana.
 
Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.120 per USD hingga Rp14.140 per USD. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada pagi ini menunjukkan pelemahan menjadi Rp14.130 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.122 per USD.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif