Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR

Aksi Ambil Untung Diramal Tekan IHSG Hari Ini

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 13 September 2019 09:07
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini rawan tertekan karena aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor. Meski demikian, diharapkan ada katalis positif yang deras berdatangan guna memperkuat posisi indeks di zona hijau.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan selain aksi ambil untung, sentimen global juga kian membayang-bayangi pergerakan IHSG. Ia memprediksi indeks diperdagangkan di level suuport 6.289-6.315 dan resistance 6.391-6.441.
 
"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan IHSG berpotensi melemah dalam jangka pendek," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 13 September 2019, seraya menambahkan untuk hari ini investor akan mengantisipasti rilis beberapa data perekonomian dari Tiongkok dan Amerika Serikat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Reliance Sekuirtas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan tekanan jual akan menghantui pegerakan indeks hari ini. Ia meramal IHSG terkoreksi jangka pendek dan menguji nilai rata-rata harga selama 20 hari (MA20).
 
Lanjar mengatakan upaya Tiongkok dan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan menjelang pembicaraan tatap muka di Washington beberapa minggu mendatang membantu mendukung sentimen postif selain kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia.
 
"Tekanan jual akan menghantui dengan percobaan menguji support MA50 terlebih dahulu dengan support resistance 6.320-6.350," jelas Lanjar.
 
Beberapa saham yang direkomendasikan investor hari ini adalah saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), dan Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street mencerna keputusan moneter baru dari bank sentral Eropa (ECB), perkembangan terakhir skenario perdagangan AS-Tiongkok, dan sejumlah data ekonomi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 45,41 poin atau 0,17 persen menjadi 27.182,45. Sedangkan S&P 500 menguat sebanyak 8,64 poin atau 0,29 persen menjadi 3.009,57. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 24,79 poin atau 0,30 persen menjadi 8.194,47.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham bellwether perdagangan tradisional 3M naik 1,49 persen, kinerja terbaik kedua dalam penghitungan. Perusahaan semikonduktor, yang pendapatan utamanya bergantung pada perdagangan dengan Tiongkok, juga memperpanjang kenaikan ringan.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif