Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)
Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)

Pertimbangan BEI Buka Kembali Perdagangan Saham Taksi Ekspress

Ekonomi taksi express
Nia Deviyana • 25 Mei 2019 09:17
Jakarta: Perdagangan saham PT Express Transindo Utama Tbk akhirnya dibuka. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau menghentikan sementara perdagangan saham emiten berkode TAXI tersebut sebagai sanksi karena perusahaan menunda pembayaran utang.
 
Utang yang dimaksud, yakni bunga ke-15 dan 16 atas Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 senilai Rp1 triliun dengan kupon 12,25 persen per tahun, dan jatuh tempo pada 4 Juni 2019.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan BEI sudah mendapatkan kejelasan terkait rencana operasional perusahaan ke depan sehingga memutuskan membuka kembali perdagangan saham TAXI.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait rencana ke depan, TAXI bilang ada rencana efisiensi, lalu ada penambahan armada, peningkatan modal, dan kerja sama dengan pihak ketiga," ujar Nyoman usai menghadiri buka puasa bersama awak media di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Mei 2019.
 
Artinya jika ditinjau dari segi keberlanjutan organisasi, lanjut Nyoman, TAXI sudah mengeksekusi rencana yang dijelaskan perusahaan ke BEI sebagai syarat dibukanya perdagangan.
 
"Sebelumnya setelah merestrukturisasi utang memang tidak langsung kita buka (perdagangan saham), karena persaingan luar biasa. Tapi TAXI sudah jawab rencana kerja perusahaan seperti apa, info kepada publik juga sudah dilakukan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah, ya sudah kita berikan kesempatan," papar Nyoman.
 
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelumnya menyetujui perusahaan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD) atau private placement untuk membayar utang obligasi senilai Rp1 triliun.
 
Dalam hal ini perusahaan akan mengonversi obligasi menjadi 10 miliar saham baru dengan nominal maksimal Rp1 triliun atau setara dengan 466,07 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan.
 
Konversi akan dilakukan dua tahap. Pertama, akan dikonversi utang sebanyak Rp 400 miliar menjadi empat miliar saham. Tahap kedua akan jatuh tempo pada 31 Desember 2020 dengan mengkonversi obligasi senilai Rp600 miliar dengan sebanyak enam miliar saham.
 
Konversi obligasi menjadi saham dilakukan pada 15 Mei 2019. Taksi Ekspress telah menyampaikan permohonan pencatatan saham tambahan ke bursa, dan saham mulai tercatat di BEI pada 23 Mei 2019.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif