Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.

OJK Merasa Perlu Awasi Reksa Dana Investor Tunggal

Ekonomi ojk reksa dana
Ilham wibowo • 12 September 2019 11:56
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan telah menganalisa fenomena yang terjadi pada produk investasi reksa dana yang dimiliki oleh investor tunggal. Tindakan ini masuk dalam ranah pengawasan.
 
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan pihaknya menemukan data yang dinilai unik untuk dianalisis terhadap transaksi efek dalam portofolio investasi reksa dana investor tunggal. OJK menemukan tingginya tingkat aktivitas pemanfaatan reksa dana tersebut sebagai sarana perbaikan pembukuan atau financial engineering oleh sejumlah pihak.
 
"Reksa dana yang investornya hanya satu tidak ada masalah sebenarnya, tapi kita lihat jumlah investor, jumlah reksa dananya dan jumlah dana kelolaannya sudah cukup signifikan sudah capai 1/3 dari total industri baik dari sisi jumlah reksa atau dana yang dikelola, tentu kita perlu cermati ini," kata Fakhri ditemui di kantor OJK, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan terdapat 689 reksa dana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp190,82 triliun per Agustus 2019. Sementara total reksa dana yang tercatat di Direktorat Pengelolaan Investasi OJK, terdapat 2.158 dengan nilai dana kelolaan mencapai Rp536,52 triliun.
 
Adapun 621 reksa dana di antaranya merupakan reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari satu efek atau nontunggal yang mengelola dana sebesar Rp181,38 triliun. Kemudian terdapat 68 reksa dana investor tunggal dengan portofolio investasi tunggal atau hanya satu efek yang dana kelolaannya mencapai Rp9,44 triliun.
 
"Dari 689 reksa dana ada 68 reksa dana yang memang portofolionya hanya satu, artinya tidak dikelola secara aktif dan fenomena ini perlu didalami OJK," paparnya.
 
Fakhri belum bisa mengungkapkan fenomena tersebut masuk kategori positif maupun negatif. Bentuk pengawasan telah dimulai oleh tim teknis OJK dan ditargetkan rampung selama tiga bulan.
 
"Ini fenomena atau fakta yang perlu kami cermati, akhir tahun akan kami umumkan apa agenda lanjutan dari isu ini," ucapnya.
 
OJK juga bakal terus mendukung industri reksa dana lebih kompetitif dalam jangka panjang. Menurut Fakhri, langkah yang dilakukan OJK terhadap reksa dana ini merupakan bentuk pengawasan biasa.
 
"Sekali lagi itu positif negatif kami tidak lihat itu, jumlahnya cukup besar dan ini masih early karena ada data yang kami lihat cukup menarik didalami," tuturnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif