Direktur Utama Wika Beton Imam Sudiyono. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur Utama Wika Beton Imam Sudiyono. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Pabrik Wika Beton di Kaltim Disiapkan untuk Ibu Kota Baru

Ekonomi pemindahan ibukota wijaya karya wika beton
Ilham wibowo • 21 Agustus 2019 12:26
Jakarta: PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) meyakini proyeksi bisnis infrastruktur masih akan terus bertumbuh lima tahun mendatang. Terlebih, pemerintah terpilih saat ini yang pasti akan melanjutkan program yang belum sepenuhnya rampung.
 
"Pemerintah terpilih saat ini adalah kelanjutan dari sebelumnya, pengembangan infrastruktur pada 2020-2024 masih jadi fokus," kata Direktur Keuangan Wika Beton Imam Sudiyono dalam paparan publik, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Imam meyakini bisnis infrastruktur masih bertumbuh hingga sembilan persen pada tahun ini. Kebijkan penambahan belanja modal juga dilakukan seiring menguatnya realisasi pemindahan Ibu Kota baru.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apalagi ada isu perpindahan ibu kota. Kebutuhan besar sekali, budget terbesar (belanja pemerintah) jangan-jangan infrastruktur," ujarnya.
 
Rencana jangka panjang pemindahan ibu kota yang dipastikan memilih ke Pulau Kalimantan juga disiapkan Wika Beton. Saat ini, fasilitas lahan seluas 26 hektare (ha) untuk pabrik perusahaan pelat merah ini telah siap di Kalimantan Timur.
 
"Kami sudah punya lahan pabrik di Kalimantan Timus, cukup luas, tinggal menambah kapasitas saja," ungkapnya.
 
Wika Beton mencatatkan omzet kontrak sebesar Rp3,92 triliun hingga Juli 2019. Saat ditambah dengan carry over sebesar Rp5,41 triliun, total kontrak yang dicapai WIKA Beton mencapai Rp9,33 triliun.
 
Berdasarkan capaian ini, WIKA Beton optimistis dapat mencapai target total kontrak dihadapi di akhir tahun sebesar Rp14,5 triliun yang terdiri dari kontrak baru sebesar Rp9,08 triliun dan carry over sebesar Rp 5,41 triliun.
 
Menurut laporan keuangan perseroan unaudited, hingga Juni 2019 ini WIKA Beton telah membukukan laba bersih sebesar Rp165,34 miliar, dengan omzet penjualan WIKA Beton yang dibukukan sebesar Rp2,64 triliun.
 
Beberapa proyek besar yang menyumbang performa Perseroan hingga Juli 2019 ini masih didominasi oleh proyek di bidang infrastruktur sebesar 68,97 persen, disusul proyek di sektor energi sebesar 18,85 persen. Adapun sektor properti, industri dan pertambangan masing-masing menyumbang sebesar 7,03 persen, 3,88 persen, dan 1,27 persen.
 
"Pertumbuhan kami double digit untuk kontrak dihadapi dan penjualan lima tahun ke depan," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif