Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim. Medcom/Suci.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim. Medcom/Suci.

Perampingan Divisi dan Karyawan Upaya Krakatau Steel Berbenah Diri

Ekonomi krakatau steel
Suci Sedya Utami • 24 Juni 2019 17:27
Jakarta: Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim buka suara terkait kabar mengenai pemutusan hak kerja (PHK) yang dilakukan terhadap ribuan karyawan perusahaan baja nasional tersebut.
 
Silmy menjelaskan saat ini KS tengah dalam proses restrukturisasi baik dari sisi organisasi dan juga keuangan karena talah bertahun-tahun merugi dan dilanda utang. Dia bilang dari sisi organisasi, manajemen memang tengah melakukan perampingan unit atau divisi yang tentu amat sangat berhubungan dengan para karyawan.
 
Perampingan ini, kata Silmy, sebagai langkah untuk mengoptimalisasi seluruh unit yang ada. Dia membeberkan, perampingan dilakukan pada organisasi yang semula berjenjang dan lebar menjadi lebih ramping.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perampingan ini merupakan keharusan dan merupakan bagian dari program restrukturisasi KS. Masalah KS ini sudah dari 10 tahun lalu, sehingga untuk menyelamatkan KS harus dilakukan dengan proses restrukturisasi," kata Silmy pada Medcom.id, Senin, 24 Juni 2019.
 
Mantan Direktur PT Pindad (Persero) ini mengatakan proses restrukturisasi sedianya telah dimulai sejak Januari 2019 atau tiga bulan setelah dirinya ditugaskan untuk menahkodai KS.
 
Perampingan dilakukan pada divisi-divisi yang semuala menjadi beban dalam arti menyedot biaya atau cost center, kemudian dirombak agar bisa menjadi penghasil atau profit center. Caranya dengan melayani atau bermitra bersama perusahaan lain.
 
"Misalnya divisi water treatment atau divisi yang melayani manajemen logistik, atau divisi yang menangani aset-aset tanah KS, ini akan optimal melayani perusahaan lain. Dan dia bisa mendapat pendapatan dari perusahaan lain," tutur Silmy.
 
Dirinya mengatakan restrukturisasi akan terus dilakukan hingga KS benar-benar sehat. Ukuran waktunya, kata dia, apabila upaya yang tengah dilakukan lancar dalam dua hingga tiga tahun mendatang KS bisa kembali menapak pada hakikatnya sebagai industri strategis yang kompetitif. Bahkan ia bilang semua negara maju pasti menginginkan memiliki industri baja yang besar.
 
"Karena ini industri strategis, jadi harus diselamatkan. Apalagi industri di dunia dituntut untuk kompetitif, artinya harus produktif. Makanya pakai konsep optimalisasi" jelas dia.
 
Lebih jauh, terkait dengan perampingan yang tengah dilakukan, Silmy tidak berkenan memberikan angka. Sebab bagi dirinya, berapapun besarannya, tujuannya justru untuk menyelamatkan KS agar kembali ke masa kejayaanya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif