Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Jiwasraya Rugi hingga Rp4 Triliun Akibat Investasi di Saham Gorengan

Ekonomi Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 08 Januari 2020 19:33
Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut PT Asuransi Jiwasraya (Persero) harus mengalami kerugian triliunan rupiah akibat dari investasi di saham dengan kualitas rendah. Bahkan BPK menduga jual beli saham yang dilakukan oleh Jiwasraya tidak mencerminkan harga yang sebenarnya.
 
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan jual beli saham tersebut diindikasikan dilakukan oleh pihak-pihak yang terafiliasi dan diduga dilakukan dengan mereka yang seharga. Saham-saham yang diperjual belikan tersebut adalah saham-saham yang berkualitas rendah.
 
"Pada akhirnya mengalami penurunan nilai dan tidak likuid. Saham-saham tersebut antara lain adalah BJBR, SMBR, PPRO. Indikasi kerugian sementara akibat transaksi tersebut diperkirakan sekitar Rp4 triliun," kata dia di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, pihak-pihak yang diduga terkait adalah pihak internal Jiwasraya pada tingkat direksi, general manager. Selain itu, ada pihak lain di luar Jiwasraya yang ikut mengatur agar perusahaan pelat merah tersebut melakukan transaksi di 'saham gorengan' tersebut.
 
Posisi per 30 Juli 2018, Jiwasraya memiliki sekitar 28 produk reksa dana dan 20 produk reksa dananya dimiliki Jiwasraya di atas 90 persen. Reksadana tersebut sebagian besar dengan underlying saham berkualitas rendah dan tidak likuid. Bahkan hasil investigasi BPK menemukan adanya penyimpangan.
 
"Analisis manajer investasi dari Jiwasraya dalam rencana subscription reksa dana tidak dilakukan secara memadai dan diduga dibuat secara pro forma agar manajer investasi terlihat seolah-olah memiliki kinerja yang baik sehingga dapat dipilih oleh Jiwasraya sehingga dapat dipilih oleh Jiwasraya untuk menempatkan investasi," ungkapnya.
 
BPK mengungkapkan di antara saham-saham dan medium term notes (MTN) tersebut adalah merupakan arahan dari Jiwasraya yang seharusnya tidak dilakukan oleh Jiwasraya selaku investor. Akibatnya saham yang mengalami penurunan nilai dan tidak likuid tadi menyebabkan kerugian di Jiwasraya.
 
"Saham-saham tersebut antara lain adalah IIKP, SMRU, SMBR, BJBR, PPRO, TRAM, MYRX, dan lain-lain. Indikasi kerugian sementara akibat penurunan nilai saham pada reksa dana ini diperkirakan sekitar Rp6,4 triliun," pungkas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif