"Iya betul di Malaysia mereka listed dan sekarang sudah turun dari 2,94 ringgit per lembar saham, sekarang ke level 2,71 ringgit per lembar saham. Penurunan harga saham AirAsia hanya bersifat sementara saja," kata Analis PT Pefindo Ahmad Sujatmiko kepada Metrotvnews.com, Senin (29/12/2014).
Ahmad menjelaskan, penurunan harga saham tidak akan lama, karena pada dasarnya fundamental laporan keuangan maskapai berlabel AirAsia masih cukup baik. Hal itu tercermin dengan revenue dan laba bersih perseroan yang masih tetap tumbuh.
"AirAsia masih punya fundamental baik, laba dan revenuenya saja masih tumbuh dengan baik. Saya rasa efeknya masih akan terasa, mungkin sesekali saja untuk terkoreksi," ungkap Ahmad.
Menurut Ahmad, manajemen AirAsia punya cara sendiri untuk menstabilkan gejala yang ada saat ini. Sehingga efek dari kejadian hilangnya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 tidak berlangsung lama.
Sebagai informasi, saham maskapai yang dipimpin Tony Fernandes terkoreksi 13 persen ke posisi 2,56 ringgit per lembar saham, dan 8,2 persen lebih rendah pada pukul 09:38 waktu setempat pada awal perdagangan di bursa Malaysia pada Senin (29/12/2014), seperti dikutip dari Bloomberg.
Target harga saham AirAsia pun kemudian dipangkas dari 3,15 ringgit menjadi 2,64 ringgit per lembar saham. Sementara saham AirAsia X Bhd tergelincir 6,6 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News