Peningkatan laba tersebut, menurut Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, terjadi karena adanya peningkatan kredit yang cukup besar pada kuartal ke 3 dan 4 di 2013.
"Peningkatan kredit di Juni 2014 dibandingkan Juni 2013 memang hanya sebesar 14%. Namun, peningkatan kredit yang tinggi di kuartal 3 dan 4 2013 lah yang membuat laba bersih dan marjin bunga bersih (NIM) di semester I-2014 kita naik tajam," terang Jahja, dalam paparan kinerja BCA Semester I, di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2014).
Jahja menjelaskan, portofolio kredit BCA semester I-2014 secara year on year (YoY) meningkat 14,6% dari Rp40,9 triliun menjadi Rp321,3 triliun.
Namun, menurutnya, perkembangan kredit semester I- 2014 tidak setinggi perkembangan kredit secara YoY. "Kita hanya tumbuh tidak sampai 3% yaitu sekitar Rp8 triliun. Ini terjadi karena adanya pengetatan likuiditas," tegas Jahja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News