Ilustrasi BCA -- FOTO: MI/Immanuel
Ilustrasi BCA -- FOTO: MI/Immanuel

BCA Sebar Dividen Rp3,55 Triliun

Dian Ihsan Siregar • 09 April 2015 15:31
medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal menebar hasil keuntungan alias dividen kepada pemegang saham sebesar Rp3,55 triliun, atau setara 22 persen dari laba Rp16,5 triliun di tahun lalu.
 
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan bakal membagikan dividen yang mencapai Rp3,55 triliun atau setara Rp148 per saham, dari jumlah saham yang beredar sebanyak 24 miliar lembar.
 
"Kita bagikan Rp3,55 triliun kepada pemegang saham, angka itu setara Rp148 per saham, dividen dibagikan dalam dua kali," kata Jahja, ketika ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan Bank BCA, di Hotel Grand Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Dia menjelaskan, untuk porsi dividen interim Rp50 per saham atau setara Rp1,2 triliun sudah diberikan perseroan. Sedangkan dividen final Rp98 atau setara Rp2,35 triliun baru akan dibagikan oleh perseroan. "Kita akan segera bagikan dividen final, tapi harus melalui proses dahulu," kata dia.
 
Adapun sisa laba bersih perseroan yang masih mencapai Rp13,5 triliun akan ditahan sebagai modal perseroan dalam menjalankan bisnis, seperti penyaluran kredit. Sebagai informasi, Bank BCA membukukan laba bersih sebesar Rp16,5 triliun pada 2014, atau naik 15,7 persen dari posisi sebesar Rp 14,3 triliun di 2013.
 
"Peningkatan laba dipengaruhi oleh pendapatan operasional perseroan yang meningkat 13,5 persen menjadi Rp9 triliun di tahun lalu," ungkap Jahja.
 
Sementara pendapatan bunga bersih perseroan naik 21,2 persen menjadi sebesar Rp32 triliun di akhir tahun lalu. Dia menuturkan, 2014 menjadi tahun transisi ekonomi dan politik. Perseroan melaporkan BCA kembali meraih hasil kinerja keuangan yang solid dengan tetap menjaga likuiditas dan kualitas aset, serta terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
 
Tahun lalu, tambah dia, perseroan juga berhasil mempertahankan posisi likuiditas yang memadai dengan ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp38,4 triliun atau 9,4 persen dari posisi 447,9 triliun di akhir 2014. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, dana giro dan tabungan (CASA) mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,2 persen menjadi Rp336,4 triliun di akhir tahun lalu.
 
Dana CASA yang solid dapat terus dijaga berkat tingginya volume dan frekuensi transaksi yang konsisten, menurut dia, ditopang oleh besarnya nasabah individu maupun bisnis yang saling berhubungan melalui jaringan perbankan transaksi BCA.
 
Dana giro perseroan juga naik 4,1 persen menjadi Rp107,4 triliun pada 2014, dari posisi sebesar Rp103,2 triliun di 2013. Dana tabungan juga meningkat menjadi Rp229 triliun di 2014, dari posisi sebesar Rp219,7 triliun di 2013.
 
Sedangkan untuk mempertahankan posisi keseluruhan likuiditas yang solid, BCA secara proaktif menaikkan suku bunga deposito untuk kategori tertentu, sehingga menghasilkan pertumbuhan deposito secara signifikan sebesar 28,8 persen menjadi Rp111,5 triliun pada akhir 2014.
 
Kemudian, rasio DPK terhadap kredit (LDR) tercatat pada level yang sehat sebesar 76,8 persen, sementara secondary reserves (tidak termasuk obligasi pemerintah) tercatat sebesar Rp63,9 triliun atau 14,3 persen dari total dana pihak ketiga pada 2014.
 
"Tingkat rasio kecukupan modal (CAR) BCA tercatat sebesar 16,9 persen di tahun lalu, dari posisi sebesar 15,7 persen di 2013," ungkap dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan