Hal tersebut terungkap dalam laporan laba rugi dan saldo laba BCA unaudited yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), seperti dikutip Minggu (15/2/2015). Padahal di sepanjang 2013, laju keuntungan dari bank devisa ini mencapai 21,6 persen ke kisaran Rp14,3 triliun.
Pendapatan bunga bersih BCA terhimpun Rp29,461 triliun. Angka keuntungan itu naik 18,59 persen yoy.
Kenaikan pendapatan berbasis bunga ini dipicu oleh penyaluran kredit yang tumbuh 11 persen yoy menjadi Rp346,962 triliun. Adapun realisasi pinjaman di sepanjang tahun lalu sebesar Rp34,582 triliun.
Sementara itu, pemasukan operasional selain bunga mencapai Rp13,644 triliun. Besaran pendapatan itu naik 16,15 persen yoy.
Di sisi lain, perseroan yang mayoritas kepemilikan sahamnya dipegang Salim group itu mencatatkan beban operasional selain bunga sebesar Rp23,242 triliun. Pengeluaran itu naik di atas 18 persen secara tahunan.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sebelumnya menyatakan, tekanan di industri perbankan nasional begitu tinggi di tahun lalu. Kondisi tersebut turut menekan kinerja bank-bank.
"Perseroan akan menjaga margin bunga bersih untuk dapat menjaga kinerja," ujar Jahja. Adapun margin bunga bersih atau net interest margin per kuartal III BCA di atas 6 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News