Ilustrasi pabrik semen. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ilustrasi pabrik semen. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Semen Baturaja Jaga Volume Penjualan di Tahun Politik

Ekonomi semen baturaja
Annisa ayu artanti • 24 Januari 2019 12:08
Jakarta: PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) akan menjaga pertumbuhan volume penjualan seiring dengan tahun politik saat ini. Perseroan pun yakin dengan besarnya kue pangsa pasar di wilayahnya.
 
Perseroan akan terus berusaha menjaga pertumbuhan volume penjualan di atas 20 persen yang pada tahun ini ditargetkan mencapai 2,75 juta ton atau tumbuh 26 persen dibanding 2018 sebesar 2,18 juta ton.
 
"Permintaan untuk wilayah pemasaran kami di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung pada 2018 mencapai 6,9 juta ton (tumbuh sembilan persen dibanding 2017), sehingga kami optimistis target 2,75 juta ton dapat tercapai," kata Direktur Utama SMBRJobi Triananda Hasjim, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia SMBR optimistis prospek permintaan semen di wilayah Sumatera Bagian Selatan akan terus meningkat seiring dengan beroperasinya jalan tol trans Sumatera dari Bakauheni sampai Palembang yang dijadwalkan akan beroperasi April 2019.
 
"Kita mengharapkan multiplier effect dari pembangunan infrastruktur pemerintah yang diharapkan akan memunculkan sentra ekonomi baru di sepanjang jalan tol tersebut yang nantinya akan mendongkrak konsumsi semen. Kita juga masih menantikan proyek jalan tol berikutnya seperti Palembang-Bengkulu dan Palembang-Jambi," tutur Jobi.
 
Sementara dari sisi operasional, SMBR saat ini memiliki dua pabrik di Baturaja dengan kapasitas produksi 3,85 juta ton per tahun. Pemenuhan kebutuhan armada angkutan semen juga sudah terpenuhi pada November tahun lalu yang menambah optimisme manajemen untuk mencapai target tahun ini.
 
Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, SMBR menargetkan pertumbuhan laba bersih setelah sebelumnya laba bersih mengalami konsolidasi pada tiga tahun terakhir.
 
"Untuk bottom line, tahun ini merupakan momentum bagi SMBR untuk rebound setelah tahun-tahun sebelumnya laba bersih tertekan sehubungan dengan beroperasinya Pabrik Baturaja II," tutup Jobi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi