Ilustrasi. (AFP PHOTO/Adek Berry)
Ilustrasi. (AFP PHOTO/Adek Berry)

Baru Kuartal I, Kontrak Baru Wika Beton Melonjak Jadi Rp2,6 Triliun

Husen Miftahudin • 30 Maret 2016 18:07
medcom.id, Jakarta: PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) berhasil mencatat kontrak baru pada kuartal pertama 2016 sebanyak Rp2,6 triliun. Capaian kontrak baru tersebut termasuk dengan carry over (pengalihan) kontrak pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun.
 
Jika dibandingkan dengan catatan kontrak baru periode yang sama di tahun lalu, capaian kontrak baru tahun ini melonjak drastis. Pasalnya selama kuartal I-2015, kontrak baru WTON hanya Rp550 miliar atau dengan total Rp1,55 triliun jika ditambah dengan carry over.
 
"Kontrak baru sampai Maret ini sudah Rp1 triliun. Jadi kalau ditotal dengan carry over itu Rp2,6 triliun-Rp2,7 triliun," kata Direktur Keuangan WTON Entus Asnawi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2015 di Gedung WIKA, Jalan DI Pandjaitan Kav 9, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontrak baru yang diperoleh itu sebagian besar didapat perseroan dari proyek infrastruktur milik pemerintah. Karena 55 persen untuk proyek infrastruktur pemerintah dan hanya 45 persen untuk proyek-proyek swasta seperti pembangunan gedung dan yang lainnya.
 
Di tempat yang sama, Direktur WTON Ferry Hendriyanto menuturkan bahwa melonjaknya kontrak baru di kuartal awal tahun ini karena telah berjalan proyek Kereta Api Elevated di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, ada pula proyek swasta di Jawa Timur untuk membangun apartemen.
 
"Ada juga proyek kelistrikan di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pengerjaan tanggul raksasa atau pengaman pantai di Jakarta. Ini kontrak yang sudah kita dapatkan," papar dia.
 
Sepanjang tahun ini, WTON menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp4,3 triliun termasuk carry over kontrak di tahun sebelumnya. Kontrak baru itu berasal dari target pendapatan Rp4 triliun dan laba bersih Rp301 miliar.
 
"Di 2016 kontrak baru Rp4,3 triliun di mana carry over Rp1,72 triliun. Pendapatan Rp4 triliun. Ini karena infrastruktur sudah mulai bergerak," tutup Ferry.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif