Pantauan Metrotvnews.com, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 8 Desember, saham emiten perikanan ini sempat menyentuh level tertinggi Rp770 per saham, dan level terendah Rp555 per lembar saham.
Saham emiten DPUM ditransaksikan sebanyak 165 kali, dengan total volume 42.500 lot, serta nilainya mencapai Rp2,9 miliar. Perseroan memilih skema IPO dengan melepas 1,67 miliar saham atau setara 40,12 persen dari modal ditempatkan disetor penuh.
Seperti diketahui, emiten ke-15 atau 520 di BEI ini menawarkan harga saham pada saat IPO sebesar Rp550, dari sebelumnya di kisaran harga Rp400-Rp550 per saham.
Direktur Utama DPUM Witiarso Utomo mengatakan, perseroan merupakan perusahaan perikanan pertama yang mencatatkan saham di BEI. Menurutnya, masyarakat Pati bangga dengan tercatatnya saham perseroan di BEI.
"Misi kami menjadi perusahaan perikanan terintegrasi yang tercatat di BEI. Sehingga bisa berkontribusi terhadap industri maritim di Indonesia, baik lokal maupun ke tingkat dunia, misi kami from Pati to the world," ungkapnya, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/12/2015).
Dengan menawarkan harga Rp550 per saham, perusahaan di sektor perikanan ini akan mendapatkan raihan dana segar lewat IPO sebesar Rp921 miliar.
Dana dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk modal kerja sebesar Rp591 miliar, sebesar Rp130 miliar untuk membeli 10 unit kapal masing-masing berkapasitas 300 gross ton (GT), dan sebesar Rp200 miliar untuk memperbesar kapasitas produksi.
Demi merealisasikan langkah IPO, perserian menunjuk PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Sucorinvest Central Gani, dan PT BNI Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News