NEWSTICKER
Ilustrasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi - - Foto: dok MI

IHSG Pekan Depan Diprediksi Rebound

Ekonomi ihsg bei
Antara • 15 Februari 2020 11:08
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bangkit pada pekan depan. Hal ini seiring menyusutnya sentimen virus korona terhadap perekonomian global.
 
"Kami menilai pasar pekan depan akan rebound mengingat penurunan yang hampir terjadi setiap hari di bursa kita selama sepekan ini dan pasar global mulai memberikan tanda-tanda kenaikan," kata Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Menurutnya pasar sempat menguat setelah Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan tambahan kasus baru Virus COVID-19 dengan tren melambat. Jumlah kasus ini menimbulkan optimisme bahwa penyebaran Virus COVID-19 sudah mulai mampu diatasi lantaran kenaikannya tidak signifikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, otoritas Tiongkok juga mengambil berbagai langkah kebijakan dalam menahan penurunan ekonomi negara tersebut. Pabrik-pabrik juga mulai dibuka kembali meskipun banyak yang masih menunda operasi akibat wabah Virus COVID-19.
 
"Dampak ekonomi dari virus korona akan sangat diperhatikan pelaku pasar dan menjadi tekanan bagi pasar keuangan dunia bila wabah korona belum dapat ditanggulangi," kata Hans.
 
Namun di tengah pekan Tiongkok mengkonfirmasi kembali 15.152 kasus baru dan 254 kematian tambahan yang membuat total korban meninggal menjadi 1.367 jiwa. Total jumlah orang yang terinfeksi Virus COVID-19 naik banyak hampir 60 ribu orang.
 
"Jumlah kasus baru bisa meningkat banyak karena Otoritas kesehatan di Provinsi Hubei telah mengubah metode pelaporan kasus. Hal ini membuat kekhawatiran kembali memuncak di bursa global dan regional," ujar Hans.
 
Dari dalam negeri, pekan ini pasar juga terpengaruh oleh berita simpang siur terkait permintaan roll over oleh beberapa perusahaan asuransi. Beberapa tulisan menunjukkan permintaan perusahaan kepada pihak pemasar agar nasabah melakukan roll over selama enam bulan ke depan dan tidak dapat melakukan pencairan dana biarpun sudah jatuh tempo.
 
Hans menyarankan nasabah tetap tenang karena aksi rush secara serentak dan besar akan menimbulkan masalah. Perusahaan keuangan yang menghimpun dana masayarakat akan mengalami masalah meskipun perusahaan tersebut sangat sehat.
 
"Bila terjadi rush perusahan terpaksa menjual aset atau surat berharga dalam portofolio dengan cepat. Dan bila terjadi di kondisi pasar yang tidak baik atau kondusif seperti sekrang ini akan menyebakan penurunan harga aset atau surat berharga yang di jual. Dan ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan, nasabah dan industri keuangan," tambah dia.
 
Sementara itu, Penasihat kesehatan Tiongkok menyatakan wabah virus COVID-19 diperkirakan akan segera mencapai puncaknya dan diperkirakan akan berakhir pada April mendatang.
 
"Kami perkirakan ketika wabah virus korona mencapai puncak dan mulai turun itulah waktu pasar keuangan dunia kembali akan menguat," ujarnya.
 
Wabah Virus COVID-19 diperkirakan dapat mengurangi satu persen tingkat pertumbuhan ekonomi negara Tiongkok di 2020. S&P Global Ratings telah menurunkan perkiraan pertumbuhan Tiongkok di 2020 dari sebelumnya 5,7 persen menjadi lima persen akibat wabah Virus COVID-19.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif