Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Right Issue, Siloam Bidik Rp3,09 Triliun

Ekonomi siloam international hospital
05 September 2017 09:57
medcom.id, Tangerang: Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), right issue, PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO).
 
Saham baru akan ditawarkan dengan harga Rp9.500 per saham, lebih rendah jika dibandingkan dengan harga saham SILO per penutupan kemarin, Rp10.700 per lembar saham.
 
"Melalui aksi itu, SILO akan menerbitkan 325,2 juta saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp9.500 per saham. Dengan demikian, SILO Akan mendapatkan aliran dana sekitar Rp3,09 triliun," ungkap Presiden Direktur SILO Ketut Budi Wijaya kepada pers, di Tangerang, Senin 4 September 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pengalokasian dana hasil rights issue ini masih sesuai dengan pengumuman yang disampaikan pada keterbukaan, yaitu untuk pengembangan atau ekspansi usaha dengan cara mengakuisisi aset perusahaan yang dapat bersinergi dengan SILO dan entitas anak.
 
Saat ini, lanjut dia, ekspansi yang sedang on progress ialah pembangunan greenfield, dan bukan dari akuisisi, antara lain rumah sakit di Lubuk Linggau dan Jember yang tahun ini akan mulai beroperasi.
 
Sebagai informasi, jumlah seluruh saham SILO saat ini 1,3 miliar. Komposisi pemegang saham SILO terdiri tas PT Megapratama Karya Persada 51,53 persen, Prime Health Company Limited 15 persen, dan publik 33,47 persen.
 
Ketut menerangkan untuk tahun ini pihaknya belum punya rencana untuk akuisisi baru karena sudah akan habis. Sementara itu, terkait dengan dua rumah sakit yang akan dijual ke First Reits di Singapura, yaitu RS Siloam Yogyakarta dan RS Siloam Bau-bau Buton, prosesnya sedang berjalan.
 
"Yang Bau-bau masih menunggu approval dari unit holder. Disusul RS Siloam Yogyakarta. Tapi di sana juga ada satu rumah sakit baru yang dibuka, sedang menunggu izin operasi. Nilai aset untuk kedua properti itu Rp500 miliar untuk keduanya," tukas Ketut.
 
Direktur Keuangan SILO Ian Ferdinan Natapradja menambahkan hingga saat ini sudah ada 16 dari 31 Rumah Sakit Siloam yang melayani pasien dengan BPJS Kesehatan.
 
"Kontribusi dari BPJS Kesehatan ini sekitar hampir 30 persen terhadap revenue perusahaan," pungkas Ian. (Media Indonesia)
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif