Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Rupiah Pagi Salip Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 16 Januari 2020 09:02
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.695 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam yang ambruk usai Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menandatangani kesepakatan dagang fase satu.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 16 Januari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp13.678 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.670 hingga Rp13.678 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.458 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat (USD) terpantau melemah pada perdagangan terakhir Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Tiongkok menandatangani kesepakatan untuk mengurangi perang perdagangan mereka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua negara mengumumkan kesepakatan perdagangan awal pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) yang akan menurunkan beberapa tarif dan meningkatkan pembelian Tiongkok atas barang dan jasa AS, meredakan konflik 18 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia.
 
Tetapi kesepakatan mempertahankan pemberlakuan pada tarif 25 persen untuk sejumlah besar barang industri dan komponen Tiongkok senilai USD250 miliar yang digunakan oleh pabrikan Amerika Serikat. "Tidak banyak reaksi sama sekali terhadap penandatanganan perjanjian perdagangan," kata Kepala Ahli Strategi Scotiabank Shaun Osborne.
 
Namun, ini mungkin negatif ringan untuk greenback. "Dolar telah berkinerja relatif baik dari unsur ketidakpastian yang disebabkan oleh perang perdagangan yang berkepanjangan ini. Jadi, di margin kami pikir itu negatif dolar," kata Osborne.
 
Euro terakhir naik 0,22 persen terhadap greenback pada 1,1151 dolar AS. Dolar AS turun 0,05 persen terhadap yen menjadi 109,91, setelah mata uang Jepang pada Selasa mencapai level terlemah sejak Mei di 110,20.
 
Sterling naik tipis, membalikkan kerugian sebelumnya setelah data menunjukkan inflasi Inggris naik paling lambat dalam tiga tahun, memberi harapan bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), akan memangkas suku bunga acuannya pada Januari.
 
"Secara terarah pasar mengharapkan beberapa kelemahan, tetapi mungkin besarnya mengejutkan," pungkas Ahli Strategi Valas UBS Vassili Serebriakov, di New York.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif