Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.

2020, BEI Targetkan 76 Pencatatan Efek Baru

Ekonomi bei
Annisa ayu artanti • 24 Oktober 2019 20:11
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 76 pencatatan efek baru tahun depan. Pecatatan efek tersebut terdiri dari pencatatan saham perdana, penerbitan obligasi korporasi, Efek Beragun Aset (EBA), reksa dana (ETF), dana investasi real estate (DIRE), dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
 
"BEI menargetkan 76 pecatatan efek baru di RKAT (Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan) 2020," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Ia menjelaskan BEI optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penyelenggaraan sosialisasi, workshop, dan one-on-one meeting kepada perusahaan potensial. Selain itu, BEI juga terus mengembangkan regulasi dan sistem yang mendukung kemudahan pencatatan efek bagi calon perusahaan tercatat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BEI juga akan fokus dalam mengembangkan variasi layanan dan produk untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat serta peran dan kapasitas anggota bursa dalam menyambut 2020," ucap Yulianto.
 
Lebih lanjut terkait dengan pencatatan efek baru tahun depan, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menambahkan, paling tidak ada lima perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melantai ke pasar modal.
 
"Mudah-mudahan paling tidak lima BUMN besar bisa masuk," ucap Inarno.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif