CIMB NIaga. Foto : IST.
CIMB NIaga. Foto : IST.

CIMB Niaga Laporkan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,68 Triliun

Ekonomi cimb niaga
Nia Deviyana • 01 November 2019 06:12
Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) merilis perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp2,68 triliun pada sembilan bulan pertama 2019, menghasilkan earnings per share Rp107,4.
 
Di luar one-off expense sebesar Rp359 miliar yang berasal dari biaya untuk Program Purna Karya Sukarela (PPKS) yang dilaksanakan pada kuartal ketiga 2019, laba bersih Business As Usual (BAU) CIMB Niaga naik 13,7 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp2,95 triliun.
 
"Kinerja keuangan CIMB Niaga terus meningkat dari tahun lalu (di luar one-off expense), dengan laba yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan operasional naik sebesar 6,8 persen (yoy) utamanya dikontribusikan oleh pendapatan non-bunga atau Non Interest Income (NoII) dan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang masing-masing tumbuh 12,1 persen (yoy) dan 5,1 persen (yoy)," ujar Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan melalui keterangan resminya, Kamis, 31 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tigor menambahkan Net Interest Margin (NIM) tumbuh 25 bps menjadi 5,37 persen pada sembilan bulan pertama 2019 dibandingkan 5,12 persen pada periode yang sama tahun lalu.
 
"Kami menerapkan kedisiplinan dalam pengelolaan biaya operasional untuk menekan cost to income ratio. Dalam kondisi pasar yang masih menantang, biaya provisi meningkat sebesar 6,8 persen (yoy), dengan rasio Loan Loss Coverage (LLC) berada di level yang aman sebesar 111,86 persen. Secara BAU, laba bersih naik 13,7 persen (yoy) menjadi Rp2,95 triliun," paparnya.
 
Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat baik sebesar 21,21 persen per 30 September 2019, meningkat 180 bps (yoy). Dengan total aset sebesar Rp262,8 triliun per 30 September 2019, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
 
Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 4,9 persen (yoy) menjadi Rp191,7 triliun, terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan pada kredit Korporasi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kartu Kredit, masing-masing sebesar 8,3 persen, 12,6 persen, dan 11,3 persen (yoy). Sementara, Kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh sebesar 4,1 persen (yoy).
 
Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp190,3 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,67 persen. Adapun Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 5,9 persen (yoy). "Ini sejalan dengan komitmen bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience," pungkas Tigor.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif