Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Pakai KTP-el, Buka Rekening Efek Kurang dari Satu Jam

Ekonomi ksei e-ktp
Nia Deviyana • 21 Desember 2018 19:06
Jakarta: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperpanjang kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) dalam pemanfaatan data kependudukan. Sehingga kini, pembukaan rekening pasar modal bisa dilakukan kurang dari satu jam dengan KTP-el.

"Kerja sama para pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil dalam memanfaatkan data kependudukan mempercepat proses pembukaan rekening efek, yang sebelumnya bisa mencapai dua minggu, sekarang bisa kurang dari satu jam," ujar Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.

Simplifikasi pembukaan rekening efek dapat mengatasi kendala atas lamanya waktu pembukaan rekening efek yang umumnya dialami masyarakat daerah, terutama di luar Jawa. Apalagi, belum banyak perusahaan sekuritas yang mampu membuka banyak cabang hingga ke pelosok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Selama ini pengiriman formulir dan dokumen dari daerah ke kantor pusat sering jadi kendala karena memakan waktu lama. Belum lagi kalau ada kesalahan pengisian formulir dan dokumen tidak lengkap," papar dia. Selain efisien, pemanfaatan basis data KTP elektronik diharapkan dapat meningkatkan kualitas data calon nasabah untuk proses KYC (Know Your Client) yang lebih baik karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik. "Jadi bisa divalidasi kebenaran identitasnya," tambah Friderica.

Industri pasar modal menjadi bisnis yang cukup menjanjikan bagi semua kalangan. Friderica mengatakan, tak mengherankan jika selalu ada peningkatan jumlah investor baru dari tahun ke tahun.

Adapun jumlah investor yang tercatat di Industri pasar modal per 17 Desember 2018 telah mencapai 1.606.481 atau meningkat 43 persen sejak akhir 2017. Dari jumlah tersebut, investor masih terpusat di Pulau Jawa sebanyak 73,57 persen dengan total nilai aset mencapai 96 persen.

Sedangkan investor terbanyak kedua ada di Pulau Sumatera sebanyak 14 persen. "KSEI berharap simplifikasi pembukaan rekening investasi dapat memacu penyebaran investor agar semakin merata hingga ke seluruh Indonesia," pungkasnya.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi