Usai Merugi, Vale Cetak Laba USD55 Juta
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencetak laba USD55,21 juta hingga periode 30 September 2018 usai merugi USD19,62 juta di periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 Oktober 2018 perolehan laba tersebut didukung karena meningkatnya pendapatan sebesar 22,58 persen dari USD448,70 juta menjadi USD579,59 juta dan beban pokok pendapatan dari USD459,12 juta menjadi USD483,14 juta.

Dalam rilisnya, CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Canter mengatakan pada kuartal III-2018 ini perusahaan mencatat produksi nikel matte sebesar 18.193 metrik ton dan penjualan USD205 juta.

"Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, produksi nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte masing-masing sekitar empat persen dan satu persen lebih rendah. Namun, pendapatan sedikit lebih tinggi, karena harga realisasi rata-rata lebih tinggi di kuartal III-2018," jelas Nico.

Sementara dari sisi operasi, produksi di kuartal III-2018 berada di bawah rencana sebagai akibat dari aktivitas pemeliharaan yang tidak direncanakan untuk mengatasi masalah operasional yang teridentifikasi dan juga untuk memastikan keselamatan operasi.

"Kami dapat memajukan jadwal pemeliharaan yang sebelumnya direncanakan di kuartal IV-2018 menjadi kuartal III-2018, dan tidak berharap akan adanya tambahan aktivitas pemeliharaan yang besar hingga akhir tahun," ucap Nico.

Perusahaan telah mengeluarkan sekitar USD27,7 juta belanja modal di kuartal III-2018 atau naik dari USD13,3 juta pada kuartal II-2018. Belanja modal itu sebagian besar dilakukan untuk aktivitas pemeliharan.

Turunkan Target Produksi

Imbas dari aktivitas pemeliharaan, Nico menambahkan perusahaan merevisi target produksi tahun ini. Semula 77 ribu ton menjadi 75 ribu ton di 2018.

"Karena aktivitas pemeliharaan di kuartal III-2018 yang tidak terencana ini, kami merevisi target produksi tahun penuh kami menjadi 75 ribu metrik ton di 2018, turun dari perkiraan 77 ribu metrik ton," pungkas dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id