Aset Meningkat Usai IPO
Suasana Workshop Go Public bagi BPD. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau BJB mengungkapkan salah satu dampak positif usai mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO). Salah satunya adalah kenaikan kinerja mulai dari aset hingga laba perseroan.

"Dari sisi aset, kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), laba Alhamdulillah in line dengan peningkatan kinerja," kata Corporate Secretary BJB Asadi Budiman di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Dirinya menambahkan, aset BJB sebelum IPO pada akhir 2009 lalu hanya sebesar Rp32 triliun saja. Sementara sampai dengan kuartal III-2018, aset BJB mengalami kenaikan higga lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp114 triliun.

Adapun kinerja BJB pada akhir 2009, DPK hanya Rp24 triliun, kredit sebesar Rp20 triliun, serta laba bersih sekitar Rp710 miliar. Namun setelah kurang lebih sembilan tahun melantai di bursa, berbagai kinerja BJB tadi melonjak.

"Di kuartal III-2018, total kredit tercatat Rp78 triliun. DPK hari ini mencapai Rp89 triliun. Laba bersih juga meningkat. Saat ini per September laba bersih mencapai Rp1,34 triliun," jelas dia.

Selain itu, harga saham BJB juga mengalami kenaikan 200 persen dari hanya Rp600 per lembar saham saat pertama kali IPO menjadi Rp1.800 per lembar saham. Bahkan saham BJB pernah mencapai harga tertinggi pada 28 Desember 2016 yaitu Rp3.400 per lembar.

Tak hanya itu, dividen yang diterima pemerintah daerah selaku pemegang saham juga mengalami kenaikan. Walaupun secara presentasenya menurun karena sebagian saham dimiliki publik namun secara nilai penurunan dividen hanya di tahun pertama setelah IPO.

"2011 laba yang dihasilkan meningkat dengan dividen payout ratio secara nominal sudah sama dengan yang diberikan saat sebelum IPO. Memang ada pengorbanan tapi di tahun berikutnya tidak pernah lagi ada penurunan dividen secara nominalnya," pungkasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id