Sementara untuk pendapatan operasional BCA (pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya) terpantau naik 13,2 persen menjadi Rp11 triliun di kuartal I-2015, dari posisi sebesar Rp9,7 triliun di kuartal I-2014.
"Kami mencatat kinerja usaha yang solit berkat keunggulan dalam perbankan transaksi dan posisi likuiditas yang kuat. Penurunan aktivitas bisnis telah memperlambat pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini, dibandingkan periode yang sama di 2014," ujar Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja, ketika ditemui konferensi pers kuartal I-2015 BCA, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
Untuk mengatasi pertumbuhan kredit yang menurun, menurut Jahja, Bank BCA tetap fokus dalam menerapkan praktik-praktik penyaluran kredit yang prudent, tercermin pada portofolio kredit yang sehat, serta mempertahankan posisi permodalan yang kokoh.
Outstanding portofolio kredit perseroan juga tercatat mencapai Rp335,6 triliun di kuartal I-2014, atau naik 5,8 persen dari periode yang sama di 2014. Sedangkan dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh 9,4 persen menjadi Rp445,1 triliun di kuartal I-2015. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 5,9 persen menjadi Rp334,8 triliun per akhir Maret 2015.
"Dalam komposisi CASA, dana tabungan meningkat empat persen menjadi Rp226,1 triliun, dana giro tumbuh 10,2 persen menjadi Rp108,7 triliun. Dana deposito meningkat 21,5 persen menjadi Rp110,3 triliun," ungkap dia.
Pertumbuhan yang positif dari total DPK mendukung posisi pendanaan dan buffer likuiditas yang solid. Lanjut dia, rasio DPK terhadap kredit (LDR) dapat terjaga pada level yang solid sebesar 74,9 persen di akhir Maret 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News